Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Mahasiswa UI Rancang Tangan Palsu Digerakkan Gelombang Otak

Sabtu 20 Jul 2019 03:28 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Universitas Indonesia

Universitas Indonesia

Tangan prostetik robotik bernama Afta B-ionik ini memanfaatkan Electroencephalography

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil mengembangkan dan merancang Afta B-ionik, tangan prostetik robotik yang dapat dikendalikan oleh gelombang otak. Mereka memanfaatkan teknologi Electroencephalography (EEG) untuk menghasilkan perintah yang dapat menggerakkan tangan prostetik robotik sesuai keinginan pengguna.

"Afta B-ionik memiliki keunggulan, yaitu harganya yang lebih terjangkau, mudah dilepas dan dipasang, tanpa perlu melakukan tindakan operasi untuk menanamkan sensor ke otot dan dikendalikan langsung menggunakan gelombang otak," kata Muhammad Arifin Julian salah seorang mahasiswa UI yang mengembangkan tangan palsu tersebut, di kampus UI Depok, Jumat (19/7).

Menurut Arifin dengan menggunakan inovasi kontrol EEG, timnya mampu mengubah sinyal impuls otak menjadi perintah gerak sehingga tangan prostesis menjadi lebih fungsional.

Sistem EEG yang dapat membaca gelombang otak karena sudah dimodifikasi dengan Internet of Thing (IoT) sehingga memungkinkan pengguna mengontrol benda lain yang terintegrasi IoT.

Afta B-ionik dikembangkan oleh Muhammad Arifin Julian (FTUI 2016), Aulia Ulfah (FEB UI 2016) dan Muhammad Yusuf Abdurrahman (FTUI 2016).

Pembuatan tangan palsu canggih ini dilatarbelakangi oleh kepedulian tim akan teman-teman penyandang disabilitas yang kerap mengalami keterbatasan akses di dalam menunjang kehidupannya.

Para penyandang disabilitas membutuhkan prostesis yang merupakan sebuah alat bantu untuk mendukung mereka di dalam beraktivitas, namun sayangnya, prostesis masih relatif sangat mahal.

Sebut saja, prostesis tangan dengan sistem gerak yang fungsional saat ini berada di kisaran Rp 500 juta rupiah namun ditambah pula biaya operasi yang bisa memakan harga di kisaran Rp 150 juta rupiah.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Arifin dan tim menciptakan Afta B-ionik dengan memanfaatkan teknologi EEG yang terintegrasi dengan teknologi IoT sehingga dapat memgoptimalkan kinerja alat.

Saat ini, Afta B-ionik telah dibuatkan prototype dan akan terus sempurnakan hingga benar-benar siap untuk diperjualbelikan. Jika diperjualbelikan, Afta B-ionik bisa berada di kisaran harga 50 juta rupiah.

Berkat inovasinya, ketiga mahasiswa UI ini berhasil mendapatkan beberapa penghargaan, yaitu 110 Inovasi Indonesia tahun 2018 dari BIC (Business and Innovation Center), Most Impactful Innovation 2019 dari Obara Award, serta Medali Perak pada ajang International Science and Innovation Fair 2019.

Dengan adanya tangan palsu canggih ini, diharapkan dapat menjawab kebutuhan para penyandang disabilitas untuk tetap aktif bekerja agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA