Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

PBNU Imbau Segenap Warga Nahdliyin Gelar Shalat Minta Hujan

Jumat 19 Jul 2019 19:59 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nashih Nashrullah

Wakil Sekjen PBNU, KH Masduki Baidlowi (kiri)

Wakil Sekjen PBNU, KH Masduki Baidlowi (kiri)

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Shalat minta hujan digelar agar Allah SWT menurukan hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Musim kemarau yang terjadi di Indonesia, menyebabkan sejumlah masalah bagi masyarakat. Setidaknya, sejumlah daerah melaporkan kesulitan air, gagal panen, harga kebutuhan pokok yang melonjak, dan lain-lain.

Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di Jakarta terjadi pada Agustus hingga Oktober. 

Merespons hal tersebut, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengimbau pengurus cabang di daerah menggelar shalat minta hujan atau istisqa. “Jadi memang, kita mengimbau kepada pengurus cabang agar melaksanakan salat minta hujan,” kata Wakil Sekjen PBNU, KH Masduki Baidlowi kepada Republika.co.id, Jumat (19/7). 

Baca Juga

Dia mengatakan imbauan tersebut sudah disampaikan ke berbagai daerah di Indonesia. Sebab, setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Imbauan shalat istisqa terutama di daerah Pulau Jawa bagian selatan, Jawa Timur (Jatim). “Karena sudah parah kondisinya,” ujar dia. 

BMKG memperkirakan musim kemarau di Jakarta berlangsung hingga Oktober 2019. BMKG menjelaskan awal musim kemarau baru dimulai pada akhir Mei dan Juni.

Kondisi kekeringan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) mendorong PDAM Tirta Raharja mempersilahkan pelanggan mengajukan bantuan air, jika dibutuhkan. PDAM Tirta Raharja memastikan akan memobilisasi bantuan tangki air bersih pada pelanggan yang terkena dampak kekeringan.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA