Friday, 15 Safar 1442 / 02 October 2020

Friday, 15 Safar 1442 / 02 October 2020

Pemilihan Ketua MPR, Gerindra Buka Komunikasi ke Cak Imin

Jumat 19 Jul 2019 04:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai rapat internal pembahasan Pilpres dengan Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8).

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani usai rapat internal pembahasan Pilpres dengan Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Gerindra menganggap pemilihan ketua MPR masih sangat cair.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Gerindra terbuka berbagai kemungkinan dalam pemilihan pimpinan MPR RI. Gerindra bisa membuat satu paket dengan partai pengusung Prabowo-Sandi pada Pemilu Presiden 2019 atau bersama Koalisi Indonesia Kerja.

"Peluangnya masih terbuka semua, sebelah sini, sana, semua masih cair. Tadi saya bicara dengan Pak Muhaimin (Ketua Umum PKB), semua masih cair," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan proses pemilihan dan penentuan paket pimpinan MPR RI masih lama yaitu akhir September atau awal Oktober 2019. Saat ini proses komunikasi masih dalam tahap awal.

Menurut Muzani, ia sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar serta Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dan penentuan paket pimpinan MPR pada ujungnya bergantung pada hasil lobi-lobi politik.

"Semua di gedung ini kan Anda tahu bahwa selalu akhirnya kemudian lobi-lobi yang akan menentukan, itu sekarang sedang dalam proses awal. Apakah akan melebur dalam satu paket atau dua paket, nanti kita bicarakan," ujarnya.

Menurut dia, hasil pembicaraan dan lobi-lobi dengan berbagai partai politik memungkinkan Gerindra diterima atau maju sendiri dalam proses pemilihan pimpinan MPR.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA