Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Kementan Menginspirasi Gubernur Sumbar Bangun TTIC Modern

Kamis 18 Jul 2019 14:52 WIB

Red: EH Ismail

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno meresmikan TTIC

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi dan Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno meresmikan TTIC

Foto: Humas Kementan
Komoditas pangan yang dijual TTIC Sumatra Barat beragam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Untuk menjaga pasokan dan stablitasi harga pangan, peranan Toko Tani Indo  nesia Centre (TTIC) Kementerian Pertanian (Kementan) sangat strategis, karena mampu mempengaruhi harga pangan.  

Kementan sangat mengapresiasi kepada pimpinan daerah yang mempunyai inisiasi  mengembangkan TTIC, agar stok dan harga pangan bisa terkontrol setiap saat.

"Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Sumatra Barat dalam menjaga pasokan dan stabilitasi harga pangan, dengan membangun TTIC modern full menggunakan APBD," ujar Kepala Badan ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi, saat menghadiri peresmian TTIC di Sumatera Barat (Sumbar) bersama Guberbur Irwan Prayitno di TTIC Dinas Pangan Sumbar, Rabu (17/7). 

Selain mempunyai gedung permanen yang ditata dengan bagus, komoditas pangan yang dijual TTIC Sumatra Barat beragam. Juga dilengkapi dengan fasilitas modern. Agung menyarankan daerah lain dapat mencontoh TTIC Sumatra Barat. 

Dibangunnya TTIC dan dibentuknya Unit Pelaksana Teknis Distribusi, Pasokan dan akses pangan, menandakan tingginya komitmen Gubernur dalam membangun ketahanan pangan wilayah.

TTIC yang dibangun dan dikelola dengan baik diharapkan dapat mewujudkan ketahanan pangan daerah menjadi semakin mantap. Karena pemerintah dapat mengintervensi ketika harga pangan tinggi melalui operasi pasar dan melakukan pembelian langsung kepada petani ketika harga jatuh.

"Dengan cara ini, akses pangan masyarakat bisa terpenuhi, petani mendapatkan untung, dan inflasi dari pangan bisa terkendali," jelas Agung yang didampingi Kepala pusat diatribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri. 

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya mengatakan, "Dibangunnya Rumah Inflasi, atau UPTD Distribusi, Pasokan dan Akses Akses Pangan, bisa juga disebut TTIC ini, karena saya terinspirasi dengan TTI yang dibangun Kementan," ujar Irwan Prayitno.

"Melalui TTIC, selain masyarakat mudah mengakses pangan, dan produsen tetap untung, diharapkan juga berpengaruh terhadap inflasi, karena harga pangan," tambahnya. 

TTIC yang dikelola Dinas Pangan ini berlokasi di Jl. Bypass KM 15 Aie Pacah, Kota Padang. Fasilitas yang tersedia antara lain bangunan TTIC 2 lantai, 2 unit cold strorage kapasitas 10 ton (untuk daging) dan kapasitas 8 ton (untuk sayuran), 6 mobil box, 18 mitra kerja TTIC ( Vendor) serta gudang penyimpanan.

Dalam peresmian TTIC ini juga diadakan Gelar Pangan Murah Cabai Merah Keriting dengan harga Rp.40.000,-/kg, serta komoditi pangan strategis lainnya. "Harga pangan yang dijual disini harus lebih murah dibanding harga ditempat lainnya, karena barangnya langsung dari petani, dsn distribusinya sudah lebih pendek," ujar Irwan Prayitno.

Acara ini juga dihadiri para pimpinan daerah se Sumbar, Kepala Dinas Pangan, Bank Indonesia, Perangkat pimpinan daerah, gabungan kelompok tani dan undangan lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA