Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Mahasiswa UMM Inisiasi Produk Brownies Jeruk

Rabu 17 Jul 2019 11:40 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Brownies jeruk.

Brownies jeruk.

Foto: umm
Brownies jeruk tembus pendanaan Kemenristekdikti.

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Brownies jeruk karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) digadang akan menjadi produk unggulan. Bukan karena rasanya yang unik, tetapi inisiasi mereka dinilai mampu melejitkan ekonomi Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM, Jedi Prasetyo menceritakan, kemunculan brownies jeruk berawal dari pengajuan pendanaan Program Hibah Bina Desa (PHBD). Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himagri FPP UMM sukses menembus pendanaan Kemenristek Dikti sebagai program pemberdayaan masyarakat di bidang produk inovatif. 

Baca Juga

Alasan UMM memilih jeruk sendiri dilatarbelakangi melimpahnya produksi buah tersebut di bagian Utara kabupaten Malang. "Ini rupanya menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan," kata Jedi. 

Selama ini, ia melanjutkan, Desa Selorejo hanya manyandarkan perkonomian dari desa wisata petik jeruk. Dari hal ini, kelompok mahasiswa ingin potensi keberlimpahan jeruk di desa bisa memiliki nilai ekonomi tinggi.

Oleh karena itu, Jedi bersama timnya segera mengadakan pelatihan pembuatan brownies. Bahkan warga desa juga sudah mengajukan proses izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). 

"Sambil menunggu proses, timnya terus berusaha untuk menyempurnakan produknya ini ke Prodi Agribisnis untuk diuji kelayakannya," kata dia.

Setelah melalui percobaan produksi selama enam bulan, sambung Jedi, barulah produk brownies jeruk atau kue yang diberi merek Browjer ini dinyatakan memenuhi kualitas pasar. Temuan mahasiswa ini dianggap berpotensi jadi produk unggulan. “Penjualan nantinya bukan hanya di desa dan toko oleh-oleh,” kata pemuda asal Kalimantan Tengah.

Kaprodi Agribisnis FPP UMM, Istis Baroh mengaku mengapresiasi anggota Himagri melaksanakan program ini. Namun beberapa hal perlu dibenahi agar konsep ini menjadi sempurna. Seperti harus ada modul pelatihan kepada warga secara lengkap. "Mulai bagaimana manajemennya, menghitung biaya produksi, hingga pemasaran," ujar dia melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id.

Selain brownies, Istis menilai, jeruk juga bisa dibuat menjadi minuman siap saji seperti sari buah. Hal ini akan menambah produksi komoditas melimpah ini akan berdampak keuntungan finansial.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA