Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Bitcoin Sudah Merosot Lebih dari 10 Persen

Selasa 16 Jul 2019 19:29 WIB

Red: Indira Rezkisari

Bitcoin.

Bitcoin.

Foto: Reuters/Benoit Tessier
Pekan lalu Donald Trump mengkritik mata uang kripto seperti Bitcoin.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bitcoin merosot lebih dari 10 persen selama akhir pekan ke level terendah dua minggu. Penyebabnya, kekhawatiran tindakan keras terhadap mata uang kripto meningkat di tengah meningkatnya pengawasan terhadap koin digital Libra yang direncanakan Facebook.

Baca Juga

Bitcoin turun 11,1 persen dari Jumat (12/7) menjadi 9.855 dolar AS pada Senin (15/7), terendah sejak 2 Juli. Mata uang kripto pertama itu merosot 10,4 persen pada hari Ahad (14/7), penurunan harian terbesar kedua tahun ini. Bitcoin terakhir naik 1,3 persen pada 10,319 dolar AS.

Politikus dan regulator keuangan di seluruh dunia telah menyerukan pengawasan ketat terhadap koin Libra Facebook, dengan kekhawatiran mulai dari perlindungan konsumen dan privasi. Hingga potensi risiko sistemiknya mengingat jangkauan global raksasa media sosial itu.

Sebagai tanda meluasnya perhatian AS, sebuah proposal untuk mencegah perusahaan teknologi besar berfungsi sebagai lembaga keuangan atau menerbitkan mata uang digital telah diedarkan untuk dibahas oleh anggota parlemen Demokrat, menurut salinan rancangan undang-undang yang dilihat oleh Reuters.

Presiden AS Donald Trump minggu lalu mengkritik bitcoin, Libra dan mata uang kripto lainnya. Ia menuntut perusahaan mencari piagam perbankan dan tunduk pada peraturan AS serta global jika mereka ingin menjadi bank.

Bitcoin, yang awalnya mengabaikan cicitan Trump, turun tajam setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menyerukan penghentian proyek Facebook sampai masalah privasi hingga pencucian uang ditangani.

"Bersama-sama mereka telah meningkatkan risiko ekor bahwa AS akan berusaha untuk menindaknya dalam beberapa cara," kata Jamie Farquhar, manajer portofolio di perusahaan kripto NKB Group di London.

Menggarisbawahi meningkatnya perhatian pada rencana Facebook, pihak berwenang Jepang juga telah membentuk kelompok kerja untuk melihat kemungkinan dampak Libra pada kebijakan moneter dan regulasi keuangan, sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters.

Pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa Benoit Coeure akan menyampaikan laporan awal tentang masalah tersebut pada pertemuan para menteri keuangan G7 minggu ini di Chantilly, utara Paris.

Bitcoin naik hampir 55 persen dalam sembilan hari setelah Facebook meluncurkan rencananya untuk Libra pada 18 Juni, menyentuh level tertinggi 18 bulan hampir 14.000 dolar AS. Proyek ini telah meningkatkan harapan di antara beberapa investor bahwa mata uang kripto dapat memperoleh penerimaan yang lebih luas.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA