Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Pemerintah Setujui Pengembangan Proyek LNG Blok Masela

Selasa 16 Jul 2019 14:38 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya

Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto, dan CEO Inpex Takayuki Ueda usai menemui Presiden Jokowi untuk membahas Blok Masela, Selasa (16/7).

Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto, dan CEO Inpex Takayuki Ueda usai menemui Presiden Jokowi untuk membahas Blok Masela, Selasa (16/7).

Foto: Republika/Sapto Andiko Condro
Pemerintah juga menyetujui permohonan tambahan waktu selama tujuh tahun proyek Masela

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inpex Corporation (Inpex) melalui anak perusahaannya yaitu Inpex Masela, Ltd, telah menerima persetujuan secara resmi dari pemerintah terkait revisi rencana pengembangan atau plan of development (POD) proyek gas alam cair (LNG) Abadi di Blok Masela. Revisi POD proyek LNG Abadi ini telah diajukan sejak 20 Juni 2019.

Baca Juga

Pemberitahuan resmi atau persetujuan yang diberikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan kepada Inpex selalu operator serta mewakili mitra usaha patungan (Inpex Masela and Shell Upstream Overseas) dan disaksikan Presiden Joko Widodo.

President and CEO Inpex Takayuki Ueda mengatakan, sebagai tambahan atas persetujuan revisi POD, pemerintah juga menyetujui permohonan untuk alokasi tambahan waktu selama tujuh tahun dan perpanjangan production sharing contract (PSC ) wilayah kerja atau Blok Masela selama 20 tahun hingga 2055.

Ueda menyampaikan persetujuan atas revisi POD oleh pemerintah Indonesia merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi proyek LNG Abadi. Kata dia, konsep pengembangan proyek telah mengalami perubahan dari skema kilang terapung menjadi seikat LNG darat.

"Saya yakin karakteristik proyek yang berdasarkan revisi POD sekarang ini cukup kompetitif dan keekonomiannya sangat masuk akal karena lapangan gas abadi mempunyai produktivitas reservoir yang sangat bagus dan merupakan salah satu sumber gas terbesar di dunia," ujar Ueda saat jumpa pers di Ayana MidPlaza, Jakarta, Selasa (16/7).

Alasan itu, kata Ueda, menumbuhkan harapan untuk mengembangkannya secara efisien dan menjadikan lapangan ini beroperasi secara stabil dalam memproduksi gas alam cair (LNG) untuk jangka waktu yang panjang.

Ueda menyebutkan Inpex akan terus bekerja sama dengan Shell sebagai mitra kerja untuk memulai aktivitas persiapan yang diperlukan dalam rangka melaksanakan kegiatan front end engineering design (FEED).

"Persiapan-persiapan ini utamanya adalah mobilisasi personel untuk operasional dan kegiatan lelang pekerjaan untuk menyeleksi, memilih kontraktor-kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan FEED," ucap Ueda.

Ueda menjelaskan, keputusan final investasi (FID) adalah sebuah pokok penting yang akan dicapai melalui serangkaian evaluasi yang sedang berlangsung termasuk pekerjaan FEED.

Executive Vice President Venture Development dari Shell, Clare Harris, mengatakan persetujuan untuk revisi POD merupakan sebuah pencapaian yang penting. Shell, kata dia, menghargai kerja sama konstruktif dari berbagai jajaran pemerintah yang telah memungkinkan kemajuan atas tonggak sejarah yang besar ini.

"Dengan mitra usaha patungan melaju ke tahapan lebih lanjut proyek abadi, Shell berharap untuk melanjutkan kolaborasi yang erat bersama Inpex dalam mewujudkan pengembangan LNG di darat yang kompetitif secara global dan akan memberi keuntungan kepada Indonesia untuk puluhan tahun ke depan," kata Clare.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA