Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Kehadiran Uang Kripto Ancam Sistem Keamanan Keuangan AS

Selasa 16 Jul 2019 10:53 WIB

Red: Friska Yolanda

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin

Foto: AP Photo/Carolyn Kaster
Penerbit mata uang kripto harus tunduk pada pemeriksaan sama seperti bank lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (15/7) bahwa pemerintah memiliki kekhawatiran sangat serius tentang potensi risiko keamanan nasional yang mungkin ditimbulkan oleh mata uang kripto Libra Facebook terhadap sistem keuangan AS. Facebook menyatakan tengah mengembangkan uang kripto yang dinamai Libra.

Mnuchin mengatakan bahwa sejak pengumuman bulan lalu, Departemen Keuangan telah menyatakan kekhawatiran yang sangat serius bahwa Libra dapat disalahgunakan oleh para pencuci uang dan pemodal teroris. Mata uang kripto seperti Bitcoin telah dieksploitasi untuk mendukung miliaran dolar aktivitas ilegal seperti kejahatan dunia maya, penghindaran pajak, pemerasan, ransomware, obat-obatan terlarang, perdagangan manusia.

Penyalahgunaan uang digital ini merupakan masalah keamanan nasional. "Amerika Serikat tidak akan mengizinkan penyedia layanan aset digital untuk beroperasi dalam bayang-bayang, dan tidak akan mentolerir penggunaan mata uang kripto dalam mendukung kegiatan ilegal," katanya.

Mnuchin mengatakan bahwa aturan yang mengatur penyedia layanan uang berlaku untuk transaksi fisik dan elektronik. Penerbit mata uang kripto harus tunduk pada pemeriksaan kepatuhan sama seperti setiap bank AS lainnya.

Dia mengatakan Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan departemennya akan menampung entitas apa pun yang bertransaksi dalam Bitcoin, Libra, atau mata uang digital lain apa pun dengan standar tertinggi.

Kritik Mnuchin terhadap mata uang kripto secara umum datang ketika Presiden Donald Trump mencuit di Tweeter pada Kamis (11/7). Menurut dia, mata uang kripto nilainya sangat fluktuatif dan didasarkan pada udara tipis.

"Kami khawatir dengan sifat spekulatif bitcoin dan akan memastikan bahwa sistem keuangan AS dilindungi dari penipuan," kata Mnuchin kepada wartawan.

Facebook mengumumkan dalam sebuah buku putih pada Juni bahwa mereka akan meluncurkan mata uang kripto dengan volatilitas rendah yang disebut Libra, Mata uang ini akan dijalankan oleh sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Jenewa, Swiss, Libra Association. Pemangku kepentingan Asosiasi Libra termasuk Paypal, Visa dan Mastercard, Uber, dan lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA