Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Harta Kekayaan Miliarder di Korea Selatan Merosot, Ini Penyebabnya

Selasa 16 Jul 2019 08:25 WIB

Rep: Clara Aprilia Sukandar(Warta Ekonomi)/ Red: Clara Aprilia Sukandar(Warta Ekonomi)

Harta Kekayaan Miliarder di Korea Selatan Merosot, Ini Penyebabnya. (FOTO: Reuters//Kim Hong-Ji)

Harta Kekayaan Miliarder di Korea Selatan Merosot, Ini Penyebabnya. (FOTO: Reuters//Kim Hong-Ji)

Kekayaan miliarder di beberapa negara sedang mengalami penurunan.

Kekayaan miliarder di beberapa negara sedang mengalami penurunan. Salah satunya adalah Korea Selatan (Korsel). Orang terkaya di sana yang tak lain merupakan pemimpin Samsung Group, Lee Kun Hee juga mengalami penurunan harta.

Melansir dari Forbes, kekayaan Lee Kun Hee saat ini memiliki harta sebesar 16,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 236 triliun. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 3,8 miliar dolar AS atau Rp 53,4 triliun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca Juga: Tahun Ini, Jumlah Miliarder Afrika Makin Tipis, Hartanya Turun Drastis

Meskipun hartanya turun, Lee Kun Hee tetap menjadi orang terkaya di Korsel. Selain dirinya, Jay Y Lee atau Lee Jae Young juga mengalami penurunan kekayaan hingga 1,8 miliar dolar AS sekitar Rp 25,3 triliun. Kini, ia mengantongi harta sebesar 3,5 miliar dolar AS atau Rp 49,2 triliun dan merupakan orang terkaya nomor empat di Korsel.

Selain kedua miliarder tersebut, Seo Jung Jin juga merasakan hal yang sama. Hartanya berkurang sepertiga dari tahun lalu sejumlah 11 miliar dolar AS dan kini tersisa 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 104 triliun.

Baca Juga: Kurun Waktu 10 Tahun, Donald Trump Kehilangan Harta Rp14 Triliun, Bisnisnya pun Menurun

Penurunan kekayaan ini sedang terjadi di Korsel akibat efek dari perang dagang. Korsel merupakan negara yang bergantung pada perdagangan, dan kondisi global membuat bisnis melemah.

Secara keseluruhan, kekayaan 50 orang terkaya Korsel adalah 110 miliar dolar AS (Rp 1.547 triliun). Jumlah itu turun 12 persen dari tahun lalu, yakni 132 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA