Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Mendikbud Selidiki Kematian Siswa SMA Taruna Usai MOS

Selasa 16 Jul 2019 01:52 WIB

Rep: Sapto Andika Candra / Red: Nashih Nashrullah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy

Foto: Republika TV/Muhammad Rizki Triyana
Siswa SMA Taruna Palembang wafat usai mengikuti MOS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan akan menyelidiki kasus meninggalnya seorang siswa SMA Taruna Palembang usai mengikuti kegiatan MOS (masa orientasi siswa) tahun ajaran baru. Muhadjir menyebutkan, bila memang ditemukan pelanggaran disiplin, akan ada sanksi yang diberikan daerah. 

Namun bila ditemukan ada unsur pidana, kasus ini akan diselesaikan secara pidana pula. "Sedang kita minta diselidiki," jelas Muhadjir usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (15/7).  

Sebelumnya, Seorang siswa meninggal dunia usai mengikuti MOS di SMA Taruna Palembang. Diduga, siswa bernama DBJ (14 tahun) meninggal karena kelelahan.

Aswin selaku paman korban, di RS Bhayangkara Polda Sumsel, mengatakan, DBJ meninggal dunia diduga dianiaya kakak kelas dan tidak kuat mengikuti kegiatan MOS di sekolah yang menerapkan disiplin semimiliter itu. Keponakannya dikabarkan meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan MOS dimulai Jumat (12/7) malam hingga Sabtu (13/7) dini hari.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait meninggalnya DBJ. Kapolresta Palembang, Komisaris Besar Polisi Didi Hayamansyah, di Palembang, Senin (15/7), mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari kepala sekolah hingga senior korban di sekolah tersebut. "Semua saksi-saksi diperiksa terkait kegiatan selama MOS di sekolah tersebut," kata Kapolresta. 

Para saksi ini sudah diperiksa sejak Ahad (14/7) di ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta secara intensif, di antaranya kepala sekolah dan pembina kegiatan sekolah. 

Menurut Kapolres, hasil dari penyidikan ini akan diumumkan secara resmi oleh Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Polisi Firli beserta instansi terkait sore ini. "Sore ini hasil forensik keluar, kami akan rilis sama Bapak Kapolda, ada juga dari Kementerian terkait," kata dia. N Sapto Andika Candra. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA