Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

IGI: Pemerintah Harus Sediakan Guru SMK Berkemampuan Tinggi

Senin 15 Jul 2019 22:13 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andi Nur Aminah

Siswa SMK sedang mengikuti Lomba Kompetensi Siswa SMK 2019 (ilustrasi)

Siswa SMK sedang mengikuti Lomba Kompetensi Siswa SMK 2019 (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Selama ini guru SMK diniilai tidak memiliki latar belakang pendidikan yang jelas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim menanggapi pidato Visi Indonesia Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membahas mengenai pendidikan vokasi. Di dalam pidatonya, Jokowi mengatakan pada masa kepemimpinannya mendatang akan lebih berfokus kepada pendidikan vokasi.

Terkait hal tersebut, Ramli berpendapat apabila Jokowi ingin fokus kepada pendidikan vokasi maka yang pertama harus diperhatikan adalah tersedianya guru mata pelajaran produktif berkualitas tinggi. Ia beranggapan, selama ini guru SMK tidak memiliki latar belakang pendidikan yang jelas.

Baca Juga

"Jangan sampai kita berbicara pendidikan vokasi, tapi membiarkan sekolah diisi oleh guru yang tidak jelas latar belakangnya, tidak jelas skillnya, tidak jelas statusnya, dan yang paling penting lagi jangan sampai tidak jelas pendapatannya," kata Ramli dalam keterangannya, Senin (15/7).

Menurut Ramli, Indonesia kekurangan guru mata pelajaran produktif. Selain itu, pelajaran matematika, bahasa inggris, dan sains di hampir semua SMK sama padahal tidak ada hubungannya dengan keahlian mereka. "Maka itu, prioritas vokasi harusnya adi SMK dan prasyarat utamanya adalah guru mata pelajaran produktif berkualitas tinggi," kata Ramli menegaskan.

SMK, kata dia, harus menjadi prioritas pemerintah dengan mementingkan ketersediaan guru mata pelajaran yang berkemampuan tinggi. Selain itu, industri juga seharusnya diwajibkan membuka ruang untuk SMK.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA