Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Sunday, 21 Zulqaidah 1441 / 12 July 2020

Majelis Etik Golkar: Tak Ada Urgensi Percepatan Munas

Senin 15 Jul 2019 17:25 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Majelis Etik Golkar Muhammad Hatta (Putih) menemui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. Senin (15/7)

Ketua Majelis Etik Golkar Muhammad Hatta (Putih) menemui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. Senin (15/7)

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Munas Golkar disarankan tetap pada Desember 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Etik Golkar menyatakan, musyawarah nasional (munas) baiknya tetap dilaksanakan pada Desember 2019 mendatang.

Ketua Majelis Etik Muhammad Hatta menegaskan, tidak ada hal mendesak yang mendorong agar munas digelar sebelum Desember.

"Tidak ada hal-hal yang kita anggap apa itu mempercepat (Munas) tidak ada isu yang menurut kita terlalu penting untuk kita mempercepat Munas," kata Hatta saat ditemui di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/7).

Majelis Etik menilai, Ketua Umum yang saat ini, Airlangga Hartarto itu  hanya meneruskan sisa masa jabatan kepengurusan Setya Novanto yang harus dibui karena kasus korupsi. Berdasarkan Munaslub sebelumnya, maka menurut Hatta Munas tetap diselenggarakan pada Desember.

"Munas ini memang amanat Munas yang lalu adalah memang lima tahunnya itu kan Desember, kita lihat berharap Munas yang pada waktunya sesuai dengan pada waktunya," ujar Hatta.

Pada Senin (15/7), Majelis Etik menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Dalam pertemuan itu, Majelis Etik berpesan pada Airlangga agar menjaga persatuan, dan kesatuan Golkar menjelang munas.

Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk F Paulus yang menemani Airlangga dalam pertemuan itu mengatakan, Airlangga menerima sejumlah rekomendasi dari majelis etik. Di samping itu, lanjut Lodewijk, Majelis Etik juga merekomendasikan agar munas tetap digelar pada Desember.

"Mereka kan di bawah itu ketum, dan tadi juga salah satu yang mereka merekomendasikan munaslub sesuai aturan yang berlaku, ya Desember itu," kata Lodewick.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA