Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

NBA 2019/2020, Pembuktian Stephen Curry Bersama Warriors

Senin 15 Jul 2019 14:14 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Stephen Curry

Stephen Curry

Foto: AP Photo/Ben Margot
Warriors ditinggalkan sejumlah pemain pilarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA -- Semua pihak pasti sepakat bahwa Golden State Warriors merupakan salah satu tim tersukses di NBA jika penilainnya pencapaian klub lolos ke babak final. Tim asuhan Steve Kerr ini mampu mencapai partai puncak lima tahun secara beruntun, di mana tiga di antaranya keluar sebagai juara. 

Baca Juga

Namun untuk musim yang akan datang, banyak yang meragukan Warriors bisa kembali mengulangi pencapaian serupa. Sebab, Warriors ditinggalkan sejumlah pemain pilarnya. Kevin Durant, Andre Iguodala, DeMarcus Cousins, dan Shaun Livingston semuanya pergi memilih klub lain.

Tidak hanya itu tandemnya di posisi wing, Klay Thompsonm diperkirakan masih absen pada sepanjang musim reguler karena harus memulihkan diri dari cedera ACL pada gim keenam final NBA saat menjamu Toronto Raptors, bulan lalu.

Ini membuat Stephen  Curry yang kini memasuki usia 31 tahun harus menanggung beban berat menjalani tantangan yang semakin ketat di Wilayah Barat. Namun pemain yang memiliki akurasi tembakan tiga angka terbaik di NBA ini tetap optimistis menjalani liga musim depan.

"Kami punya peluang besar untuk membangun sesuatu yang istimewa dengan beberapa pria lapar yang ingin membuktikan diri. Ada begitu banyak narasi yang bisa dilontarkan orang kepada kami. Tetapi pada akhirnya, saya tidak pernah menjadi tipe orang yang muncul dengan pola pikir selain melakukan apa yang Anda harus lakukan,” katanya dilansir dari laman yahoosports, Senin (15/7).

Ia menegaskan, Warriors punya DNA juara. Menurut Curry, Warriors akan semakin tangguh saat Klay Thompson kembali. 

Menurut Curry, ini akan menjadi tahun yang menarik. Ia mengakui akan sulit untuk benar-benar menemukan momentum sejak awal. Tetapi, kepindahan markas dari Oracle Arena ke Chase Center di San Francisco dan kegagalan pada final musim lalu disebutnya akan menimbulkan getaran yang berbeda. 

Tidak ada istirahat untuk MVP NBA dua kali ini. Menuju musim depan, Curry harus bergantung pada Draymond Green dan akuisisi baru D'Angelo Russell untuk membantunya memikul beban pada awal berjalan sampai Thompson dapat kembali. Ini agar Warriors terus mencipatkan sejarah dengan lolos ke final keenam NBA secara beruntun. 

Suatu hal yang di atas kertas bakal sulit mengingat sejumlah tim sudah memperkuat amunisinya. Musim 2019/2020 disebut-sebut banyak pihak akan menjadi salah satu musim yang paling kompetitif dalam sejarah NBA. Tinggal menunggu aksi Curry untuk menjawab semua pertanyaan dan keraguan ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA