Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

50 Guru Pendidikan Agama Islam Dikirim ke Daerah Terpencil

Senin 15 Jul 2019 09:20 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Seorang guru sedang mengajar di madrasah (ilustrasi)

Seorang guru sedang mengajar di madrasah (ilustrasi)

Foto: Republika/Damanhuri Zuhri
50 guru pendidikan agama Islam dikirim ke sejumlah daerah.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) kembali menyelenggarakan Program Bantuan Insentif Pembinaan Agama dan Keagamaan Islam di Wilayah Perbatasan (Bina Kawasan) bagi guru pendidikan agama Islam (PAI).  

Baca Juga

Tahun ini, 50 peserta Bina Kawasan sudah terseleksi dan terpilih. Mereka akan diberangkatkan ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) selama 12 bulan kedepan.  

Pemberangkatan dijadwalkan akan dilakukan hari ini, Senin (15/7). Ada 47 kabupaten yang menjadi wilayah sasaran, di antaranya; Aceh Singkil, Seluma, Pohuwato, Boalemo, Bengkayang, Sambas, Hulu Sungai Utara, Seruyan, Mahakam Ulu, Sumba Timur, Rote Ndao, Sorong, Janeponto, Banggai, Buol, Toli-Toli, Banggai Laut, Donggala, Konawe Kepulauan, Bombana, Talaud, Pasaman Barat, dan Musi Rawas utara.

Sebelum berangkat, peserta program menerima pembekalan dari Dirjen Pendidikan Islam. Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Imam Safei, mengajak peserta Bina Kawasan untuk ikut mendiseminasi moderasi beragama di wilayah sasaran.  

“Guru agama ikut menyebarkan tentang moderasi beragama, yaitu beragama secara moderat, tidak liberal dan radikal,” ujar Imam dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Senin (15/7). 

Imam juga mengingatkan guru bina kawasan harus dapat menjaga netralitasnya. Jangan sampai ada guru agama yang ikut-ikutan politik praktis. Dia menyebut pihak Ditjen telah meminta bantuan kepada Kepala Bidang dan Kepala Seksi untuk mengawal guru bina kawasan di daerah.  

Lebih lanjut, Imam mengungkapkan pemberangkatan angkatan kedua program bina kawasan ini diharapkan bisa menjadi model bagi pengembangan guru PAI di daerah. Saat ini, sejumlah daerah masih mengalami kekurangan guru agama.   

“Tahun kedua ini dapat menghasilkan model untuk menjadi inspirasi pengembangan program bagi guru PAI, seperti tahun lalu Kemenag mendapatkan pengangkatan guru hampir 12 ribu guru agama di daerah,” ujar Imam.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag, Nasri, menerangkan bahwa guru yang ditugaskan sebanyak 50 orang terbagi atas dua kategori, yaitu; peserta lama dan peserta baru.  

“Ada 50 guru bina kawasan yang terbagi dari 25 peserta lama yaitu peserta tahun 2017/2018, dan peserta baru yang mendaftarkan diri pada tahun ini” ujar Nasri. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA