Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Cornelis Chastelein; Tuan Tanah Baik Hati Pembangun Depok

Senin 15 Jul 2019 15:06 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Karta Raharja Ucu

Gemeente Bestuur Depok, kantor pemerintahan Depok yang kini menjadi Rumah Sakit Harapan di Jl. Pemuda, Depok. Tugu itu dibangun pada 28 Juni 1814, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kematian Cornelis Chastelein, pejabat VOC yang membeli sebidang tanah di Depok. Namun tugu itu dihancurkan karena dianggap sebagai simbol kolonialisme.

Sekolah Belanda Pribumi di SDN 02 Pancoran Mas, Depok.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Ketika wafat, Cornelis Chastelein mewarisi seluruh tanahnya kepada 150 budak miliknya

Aset Chastelein

Berjalan terus ke arah timur, saya mendapati SD Pancoran Mas II yang merupakan bangunan lawas peninggalan Belanda. Geser sedikit, ada Gereja Jemaat Masehi yang didirikan pada 1714 yang sekarang berganti nama menjadi GPIB Immanuel Depok. Bersebelahan dengan gereja, berdiri Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kasih.

 

Saya masuk dan menginjakkan kaki di situ. Mencoba memandangi bangunan, saya merasakan sendiri kualitasnya masih sangat terjaga dan tampak terawat. Sebagian gedung SMP Kasih dijadikan pusat aktivitas pengurus Yayasan Lembaga Cornelies Chastelein (YLCC). Mereka itulah yang selama ini mengurusi semua aset 12 marga keturunan budak yang dibebaskan Chastelein.

 

Gedung YLCC yang terletak di Jalan Pemuda, Depok, sangat khas berarsitektur Belanda. Coraknya adalah tiang di depan bangunan dan atap yang tinggi sangat menonjolkan kesan kegagahan gedung meski berusia lebih dari 200 tahun. Di dalamnya terpampang sejumlah lukisan dan foto Abraham Schurkogell, pendeta yang datang ke Depok pada era 1817-1827. Sayangnya, saya tidak menemukan foto Chastelein.

photo

Sekolah Belanda Pribumi di SDN 02 Pancoran Mas, Depok.

Namun, jejak peninggalannya dapat terlihat di dinding kantor YLCC dekat pintu masuk. Di situ terukir surat wasiatnya kepada 12 marga untuk mengelola lahan garapan yang ditinggalkannya. Pesan Chasetelein ditulis dalam bahasa Belanda dengan terjemahan bahasa Jawa ejaan lama.

 

Pembina YLCC Carlo Leander menyarankan pemda agar tergerak mengeluarkan kebijakan untuk melestarikan kawasan bersejarah, khususnya di Jalan Pemuda. Pasalnya, sebagai cikal bakal Kota Depok, sangat tepat kalau Depok Lama mendapat perhatian khusus. Selain untuk menghidupkan pariwisata karena memiliki nilai sejarah tinggi, kata dia, agar bangunan bersejarah yang tersisa tetap terjaga

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA