Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Banjir Bandang di Nepal Tewaskan 30 Orang

Ahad 14 Jul 2019 11:56 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya

Dua personel tentara bergabung dalam Tim SAR melakukan pencarian dan evakuasi korban banjir di Nepal

Dua personel tentara bergabung dalam Tim SAR melakukan pencarian dan evakuasi korban banjir di Nepal

Foto: AP PHOTO
Hujan deras yang tak kunjung henti melanda Nepal sejak Kamis lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU -- Banjir bandang dan tanah longsor di Nepal telah menewaskan 3o orang, 12 orang luka-luka, dan 18 lainnya hilang. Hujan deras yang tak kunjung henti telah melanda Nepal sejak Kamis lalu.

Para pejabat mengatakan, Sungai Kosi di Nepal timur yang mengalir ke negara bagian Bihar, India timur telah berada di atas ambang batas bahaya. Tiga puluh dari 56 pintu air di sepanjang Sungai Kosi, yang terletak di perbatasan Indo-Nepal telah dibuka, dan tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk desa.

Baca Juga

Diketahui, Sungai Kosi telah menjadi perhatian serius bagi India dan Nepal sejak terjadi bencana banjir pada 2008 lalu. Ketika itu, banjir berdampak pada lebih dari dua juta orang di Bihar dan menewasan sekitar 500 orang.

Departemen Cuaca mengimbau kepada warga agar tetap waspada, karena hujan lebat diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan.

"Meskipun hujan telah mereda di beberapa daerah, orang harus tetap sangat berhati-hati karena ada kemungkinan hujan lebat hingga Minggu," kata pejabat Departemen Cuaca Bibhuti Pokharel kepada Reuters, Ahad (14/7).

Musim hujan tahunan, yang biasanya dimulai pada Juni dan berlanjut hingga September, sangat penting bagi Nepal dan India. Kedua negara tersebut bergantung pada hujan tahunan untuk pertamian. Namun, tanah longsor dan banjir kerap terjadi sehingga menewaskan puluhan orang setiap tahun.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA