Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Waspada, Minuman Manis Bisa Jadi Pemicu Kanker

Ahad 14 Jul 2019 02:36 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Endro Yuwanto

Minuman manis.

Minuman manis.

Foto: PxHere
Minuman manis sebaiknya dibatasi hingga maksimal satu gelas sehari.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Sebuah studi baru telah mengaitkan segelas kecil minuman manis per hari, 100 ml atau sekitar sepertiga dari kaleng soda, meningkatlam 18 persen risiko kanker secara keseluruhan. Termasuk peningkatan 22 persen risiko untuk kanker payudara.

Penelitian, yang mengamati lebih dari 100 ribu orang dewasa Prancis, mengaitkan konsumsi minuman manis dengan peningkatan risiko beberapa kanker. Ini mengikuti penelitian terbaru yang menghubungkan konsumsi minuman manis dengan risiko kematian dini yang lebih besar, dilansir di CNN, Ahad (14/7).

Temuan yang ditambahkan ke penelitian menunjukkan bahwa mengurangi berapa banyak minuman manis akan bermanfaat bagi kesehatan.

"Apa yang kami amati adalah pendorong utama tampaknya benar-benar gula yang terkandung dalam minuman manis ini," kata Mathilde Touvier, direktur penelitian dari Tim Peneliti Epidemiologi Nutrisi dari Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Nasional di 13 Universitas Paris.

Touvier mengatakan, timnya mengamati bahwa gula tampaknya menjadi pendorong utama tautan itu. "Konsumsi minuman bergula tinggi merupakan faktor risiko obesitas dan kenaikan berat badan dan obesitas itu sendiri merupakan faktor risiko kanker," katanya.

Kemungkinan lain adalah bahwa zat tambahan, seperti 4-methylimidazole, yang ditemukan dalam minuman yang mengandung pewarna karamel, dapat berperan dalam pembentukan kanker.

Touvier menyarankan agar orang tetap berpegang pada pedoman kesehatan masyarakat yang merekomendasikan membatasi minuman manis hingga maksimal satu gelas sehari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA