Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Jonan Dapat Tugas Khusus dari Jokowi Soal Pemanasan Global

Sabtu 13 Jul 2019 02:15 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Christiyaningsih

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan usulan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di gedung parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan usulan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di gedung parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Jonan mengaku mendapat tugas khusus dari Presiden Jokowi terkait pemanasan global

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait agenda pemanasan global. Jonan menghadiri Abu Dhabi Climate Meeting di UEA dan pertemuan tingkat menteri negara-negara G20 di Jepang yang membahas persoalan tersebut.

Baca Juga

Jonan menyampaikan negara-negara anggota G20, termasuk Indonesia, memiliki tekanan besar mengenai peningkatan pencemaran lingkungan hidup dan peningkatan suhu bumi. Hal ini yang membuat Jonan mengangkat Sekjen Dewan Energi Nasional Saleh Abdurahman menjadi Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Posisi Saleh digantikan Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Djoko Siswanto.

"Saya tidak mau seleksi lagi. Kalau seleksi lagi harus belajar lagi. Ya sudah saya ambil saja Pak Saleh biar lebih banyak fokus bagaimana kementerian ini bisa dukung isu pemanasan global, ini soal serius sekali," ujar Jonan saat pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi dan pejabat administrasi di kantor Kementerian ESDM, Jumat (12/7).

Jonan menyebut para anggota G20 menargetkan pemanasan bumi maksimum 1,5 derajat celcius sampai 2050. Apabila kondisi cuaca melebih batas tersebut, dikhawatirkan negara-negara kecil seperti Vanuatu dapat tenggelam lantaran air laut yang pasang. Kekhawatiran juga dihadapi negara-negara kepulauan seperti Indonesia.

"Kita bangsa kepulauan, 60 persen tinggal di pesisir. Kalau pemanasan global naik maka akan banyak relokasi penduduk pesisir, ini satu persoalan serius," ucap Jonan.

Dia mengaku mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk mewakili Indonesia dalam acara United Nations Climate Change Summit. "Presiden tugaskan saya, bukan Menteri LHK karena komplain paling besar dari pemanasan global itu polusi. Nah polusi paling banyak orang lihatnya dari energi, ini jadi satu persoalan serius," kata Jonan.

Jonan akan menghadiri Global Climate Change Summit di Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada September mendatang. Mantan Dirut PT KAI ini meminta Staf Ahli Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Saleh untuk menyiapkan bahan sebagai komitmen Indonesia dalam mengatasi persoalan pemanasan global.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA