Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Sidang Pileg, Demokrat Klaim 12 Suara dari PKB

Jumat 12 Jul 2019 23:49 WIB

Red: Ratna Puspita

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pileg 2019

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pileg 2019

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Menurut Demokrat, selisih tersebut terjadi akibat adanya perbedaan pada form C1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat klaim selisih 12 suara dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari 10 TPS. Hal tersebut berdasarkan formulir C1 yang telah diverifikasi KUPD Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi.

"Selisih 12 suara itu seharusnya milik Partai Demokrat," ujar kuasa hukum Partai Demokrat daerah pemilihan Provinsi Jambi, Agatha Lidyawati, di ruang sidang Pleno I Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Jumat (12/7).

Menurut pemohon, selisih tersebut terjadi akibat adanya perbedaan pada form C1. Padahal, formulir C1 tersebut dijadikan dasar perolehan suara di mana pemohon seharusnya mendapatkan kursi ke-6 di dapil tersebut.

Baca Juga

Selain itu, Agatha juga menjabarkan perselisihan suara yang dialami Partai Demokrat di Dapil Sarolangun 4. Perbedaan perolehan suara ini terjadi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan selisih 60 suara. Permasalahan ini terjadi hanya pada 1 TPS, yakni TPS 03 Desa Ranggo, Kecamatan Limun, Dapil Saralangon 4.

Perkara sengketa Pileg 2019 untuk daerah pemilihan Provisi Jambi juga diperkarakan oleh caleg dari PKB Muhammad Samin yang diwakili kuasa hukumnya Syamsul Huda Yudha. Pemohon menyatakan telah mengalami pengurangan perolehan suara sebanyak 31 suara.

"KPU selaku termohon, menetapkan perolehan suara pemohon adalah 1.879 suara. Sedangkan menurut pemohon, penghitungan yang benar adalah 1.910 suara. Adapun perolehan kekurangan suara tersebut tersebar pada TPS yang ada pada Kecamatan Mendahara, Kecamatan Mendahara Ulu, dan Kecamatan Geragai," jelas Syamsul.

Selain berkurangnya suara pada tingkat kecamatan, pemohon juga mengalami pengurangan perolehan suara dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan selisih 30 suara. Adapun penghitungan menurut termohon adalah Partai Hanura memperoleh 1.938 suara, sedangkan pemohon hanya memperoleh 1.908 suara.

"Sehingga ada selisih 30 suara. Padahal menurut saksi pemohon, suara Partai Hanura pada TPS 04 Desa Pangkal Duri adalah 0 suara," jelas Syamsul.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA