Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Terhempas Bayang-bayangnya

Jumat 10 Mei 2019 06:07 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Bayangan (ilustrasi)

Bayangan (ilustrasi)

Foto: Fazry Ismail/EPA
Nalarku hampir saja kehilangan kendali melawan gurita sukmamu

Aku terhampas dalam bayang-bayangnya
Terlena dan larut mengingat kisah yang rumit terlupa
Sekuat apa pun aku mengusirnya hingga ke ujung pikiran
Pada akhirnya tak berarti apa-apa

Sebuah geliat untuk ketenangan jiwa yang terdampar dalam kehampaan
Kita menyisir jalan yang menggerogoti kepercayaan
Sandaran hati pada mulanya masih tersisa kuat,
kini melemah hingga tak terasa.

Aku berusaha mendamaikan cakrawalaku dalam kesenyapan
Dengan kobaran bacaan buku yang tak henti
Sebuah langkah pemulih kekuatan hati yang perih
Yang menolak berkonsorsium untuk beralih kepangkuan hati lainya

Nalarku hampir saja kehilangan kendali melawan gurita sukmamu yang kau tanamkan
Aku seperti idiot yang melangkah tak tentu arah bersama angin kemarau putih yang datang melambai tak terduga

Kau yang kini berlalu pergi meninggalkan kasih
Bersama sihir asmara yang berselimut jejak harapan yang kau sisakan
Aku hanya akan menanti dengan keyakinan yang lantang
Walau semua titik pintu telah kau asingkan

Pengirim: Muhammad Akbar Ali

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA