Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Langit Senja di Atas Kabah

Ahad 14 Apr 2019 15:21 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

 Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10).  (Hassan Ammar/AP)

Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10). (Hassan Ammar/AP)

Aku mencari perempuan dengan dua lesung pipi di depan Ka'bah.

Tak ada yang lebih indah dari Jumat selepas Subuh di Masjidil Haram, Makkah. Apalagi, shalat Subuh pada Jumat diimami oleh Syekh Sudais, imam Masjidil Haram yang paling terkenal. Tiap kali mendengarkan bacaan Alquran Imam Sudais, aku selalu terkesima.

 

Qi raatnya mengaduk-aduk emosiku. Ia selalu membawakan ayat-ayat Alquran dengan penuh penghayatan. Tak jarang ia menangis dan bacaannya terhenti jika sampai pada ayat-ayat yang bercerita tentang peringatan dan siksa Allah bagi hamba-hamba-Nya yang masih juga membangkang, sesudah datang peringatan kepada mereka.

Setelah shalat Subuh dan mengaji Alquran, pembimbing ibadah umrah dari Rafa Lintas Cakrawala, Ustaz Makmun, mengajak para jamaah duduk bersantai di halaman Masjidil Haram. Langit Makkah masih seputih kapas. Mentari masih asyik berzikir dan belum ingin tampil di langit timur. Angin sepoi-sepoi membelai wajah kami.

Ustaz Makmun, alumnus Universitas Ummul Quro, Makkah, mengupas tentang hikmah Isra Mi'raj. Wawasannya yang luas dan cara penyampaiannya yang lugas sangat menarik hatiku.

Pukul 06.30, Ustaz Makmun mengajak jamaah kembali ke hotel untuk sarapan. Saat aku bangkit dari tempat duduk, aku melihat seseorang yang rasanya aku kenal berjalan dari arah Masjidil Haram. Makin dekat, aku makin yakin. Banyak wanita berlesung pipi, tapi wanita yang mempunyai dua lesung pipi sekaligus sangat jarang. Salah satunya adalah Neneng Azzahra.

Ya, dia adalah Neneng Azzahra. Wanita yang masih mengenakan mukena putih itu berjalan berdampingan dengan dua jamaah wanita lainnya.

Aku menghampirinya.

"Assalamualaikum. Neneng? Neneng Azzahra?"

 

Ia tampak terkejut. "Kang Fikri?"

"Iya, saya Fikri."

"Subhanallah. Kita bertemu di Tanah Suci," ujarnya lembut.

"Iya, Neng. Kang Adang mana?"

 

"Kang Adang? Adang Kosasih maksud Akang?"

"Iya, Adang Kosasih."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA