Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

UIN Sunan Gunung Djati Gelar ICOSPS 2019

Kamis 11 Jul 2019 22:50 WIB

Red: EH Ismail

Conference Internasional on Social and Political Science (ICOSPS) 2019

Conference Internasional on Social and Political Science (ICOSPS) 2019

Foto: Humas UIN SGD Bandung
Konferensi ini menghasilkan pemikiran tentang pembangunan yang berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung dan Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia menggelar Internasional Conference on Social and Political Science (ICOSPS) 2019. Tema yang diangkat adalah perkembangan dan kontribusi ilmu sosial dalam pembangunan di era milenial.

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (11/7). Dalam sambutannya, dia mengajak para akademisi untuk mewujudkan Jabar juara lahir batin. Karena percepatan pembangunan suatu daerah perlu didukung oleh berbagai pihak. Salah satunya dengan melibatkan akademisi untuk mendapatkan sinergi dan dukungan dari pihak universitas. 

Agenda ini dapat menghasilkan rumusan rencana kolaborasi dan aksi antara pemerintah dan akademisi. Khususnya antara Pemprov Jabar dengan UIN Bandung sebagai penyelenggara kegiatan dalam berbagai bidang, termasuk aspek pembangunan. 

Pembangunan tidak hanya fisik, tapi juga batin. Selain itu, pembangunan pemerintah provinsi Jawa Barat juga mengedepankan yang berkelanjutan. Setiap pembangunan memperhatikan tiga aspek, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan, sehingga keseimbangan antara tiga aspek tersebut tetap sejalan dan harmonis menuju visi Jawa Barat juara lahir batin.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Bandung Sahya Anggara menjelaskan, Konferensi Internasional ini menargetkan sejumlah capaian. Pertama, para peserta dapat berartisipasi aktif memberikan gagasannya dalam mengidentifikasi masalah sosial di Indonesia. Hal itu dilakukan melalui paper yang diberikan kepada panitia. 

Kedua, panitia memiliki dokumen digital ide dan gagasan peserta. Ketiga, terdapat buku hasil kegiatan yang terindeks nasional dan internasional. “Semua gagasan dan pemikiran yang dihasilkan akan menjadi masukan bagi pembangunan," ujar dia. 

Konferensi ini diramaikan sejumlah pembicara dari sejumlah instansi dalam dan luar negeri. Mereka adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI Rina Indiastuti, Dosen Flinders University Australia Helen McLaren, dan  Direktur Center for Buddhist-Muslim Understanding, College of Religious Studies, Mahidol University, Thailand Imtiyaz Yusuf.

Lainnya adalah Associeate Profesor International Islamic University Malaysia Hazizan Md Noon dan Profesor Antropologi dan Studi Keagamaan di University of North Florida Ronald A Lukens-Bull. Semuanya memaparkan ilmu sosial berperan strategis dalam kemajuan peradaban.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA