Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Tiket Pesawat Murah Mulai Habis Diburu

Kamis 11 Jul 2019 19:51 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Pesawat komersial Citilink dengan rute penerbangan HLP- YIA mendarat di Bandara YIA saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5).

Pesawat komersial Citilink dengan rute penerbangan HLP- YIA mendarat di Bandara YIA saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Penurunan harga tiket berlaku untuk penerbangan pukul 10.00 hingga 14.00.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan penurunan harga tiket pesawat maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier (LCC) mulai hari ini (11/7). Penurunan harga tiket pesawat diberlakukan hanya untuk penerbangan pukul 10-00 sampai 14.00 waktu setempat pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. 

Baca Juga

Meskipun hanya pada jam tersebut namun maskapai sudah mulai menjualnya mulai pukul 00.00 WIB hari ini. Nyatanya, harga tiket murah pada pemberangkatan 10.00 WIB sampai 14.00 WIB mulai habis terjual. 

"Jam dua dini hari (11/7) rute favorit rata-rata semua sudah habis seperti Yogyakarta dan Batam. Jam tiga sudah habis," kata  VP Corporate Secretary dan CSR Citilink Indonesia Resty Kusandarina, Kamis (11/7).

Resty mengakui antusiasme masyarkat setinggi itu untuk membeli tiket dengan harga 50 persen dari tarif batas atas (TBA). Jadi, kata Resty, pada Kamis pagi harga tiket yang dijual 50 persen dari tarif batas atas sudah tidak ada. 

"Jangan kan tanggal 20 Juli 2019 (Sabtu), untuk tanggal 30 Juli (Selasa) saja sudah naik berarti sudah habis yang dijual 50 persen dari TBA," ujar Resty. 

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan penurunan harga tiket sebesar 50 persen dari TBA untuk waktu tertentu sudah dilakukan mulai hari ini (7/11). Citilink mengalokasikan 3.348 kursi dengan 62 penerbangan yang akan mengalami penyesuaian harga ini setiap harinya. 

Juliandra menjelaskan beberapa rute yang sudah diturunkan harganya yaitu rute Jakarta-Medan (pergi pulang), Jakarta-Yogyakarta  (pergi pulang), Makassar-Surabaya  (pergi pulang), Jakarta-Denpasar  (pergi pulang), Balikpapan-Denpasar  (pergi pulang), Surabaya-Banjarmasin  (pergi pulang), Jakarta-Solo  (pergi pulang), Jakarta-Malang  (pergi pulang), Batam-Pekanbaru  (pergi pulang), Jakarta-Pangkal Pinang  (pergi pulang), Jakarta-Bengkulu, Kertajati-Pekanbaru, Medan-Yogyakarta dan berbagai rute lainnya.

Setelah banyaknya masyarakat yang mulai berburu harga tiket murah, hal tersebut terbukti pada pagi ini (11/7) sekitar pukul 07.30 WIB sudah tidak ada ada lagi. Menurut pantauan //Republika.co.id di Traveloka, pada Kamis pagi harga tiket untuk penerbangan pukul 10.00 WIB hinga 14.00 WIB sudah tidak ada yang dipatok 50 persen dari TBA. 

Salah satunya pada penerbangan Selasa (16/7) pukul 12.25 WIB Citilink Indonesia dengan rute Jakarta-Medan sudah dijual dengan harga Rp 1,7 juta. Seharusnya pada waktu tersebut bisa dijual 50 persen dari TBA menjadi Rp 750 ribu. Pada hari yang sama untuk rute Jakarta-Yogyakarta pukul 12.45 WIB sudah dijual seharga Rp 874.100, sementara jika dijual dengan harga tiket 50 persen dari TBA menjadi Rp 365 ribu. 

Begitu juga penerbangan Lion Air rute Jakarta-Pontianak pembernagkatan pukul 11.30 WIB sudah dijual Rp 1.134.800 padahal jika 50 persen dari TBA seharusnya Rp 482.580. Begitu juga maskapai Lion Air rute Jakarta-Malang pukul 10.45 WIB sudah dijual dengan harga Rp 987.400 yang seharusnya jiika 50 persemn dari TBA menjadi Rp 498.525. 

Dengan adanya penurunan harga tiket, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Rainier H Daulay berharap bisa berdampak baik pada bisnis perhotelan. Hanya saja, Rainier mengatakan kebijakan penurunan harga tiket tetap harus didukung dengan kebijakan lainnya. 

Rainier menjelaskan kebijakan penurunan harga tiket tersebut harus dibarengi dengan kebijakan pemebebasan pajak. "Misalnya pajak biaya avtur, perawaatan pesawat, dan sparepart itu kan juga bisa meringankan maskapai," tutur Rainier. 

Selain itu, Rainier mengharapkan kebijakan penurunan harga tiket pesawat harus diawasi. Dia mengarakan hal tersebut baru bisa berdampak kepada bisnis perhotelan dan pariwisata jika sudah diterapkan secara konsisten. 

"Jika konsisten dan sesuai dengan apa yang diumumkan tentu hasilnya insya Allah akan baik untuk industri pariwisata," tutur Rinier. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA