Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Bus Laksana Memperkenalkan Uji Standar UN ECE-R80

Kamis 11 Jul 2019 18:37 WIB

Red: EH Ismail

Pekerja merakit bus di Pabrik Karoseri CV Laksana, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019). Pabrik karoseri tersebut dalam setahun mampu merakit sekitar 1.300 unit bus seharga mulai sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2,5 miliar per unit (termasuk mesin) tergantung spesifikasi, serta telah menembus pasar ekspor Timor Leste, Fiji dan Bangladesh.

Pekerja merakit bus di Pabrik Karoseri CV Laksana, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019). Pabrik karoseri tersebut dalam setahun mampu merakit sekitar 1.300 unit bus seharga mulai sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2,5 miliar per unit (termasuk mesin) tergantung spesifikasi, serta telah menembus pasar ekspor Timor Leste, Fiji dan Bangladesh.

Foto: Aji Setyawan/Antara
Uji R80 ini sejalan dengan misi menciptakan bus bersistem keselamatan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Laksana Bus menjalankan standar uji keselamatan UN ECE R80 pada kekuatan kursi. Juga kekuatan dari kursi tersebut terpasang pada struktur bus. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas keselamatan pada penumpang dan pengemudi.

UN ECE-R80 Seat and Anchorage Strength Test merupakan standar pengujian kendaraan. Kebijakan ini berlaku di negara-negara yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Setelah tahun lalu berhasil menerapkan uji guling, kini Laksana menerapkan standar untuk menguji kekuatan dari kursi dan dudukan kursi untuk kendaraan penumpang.

Penerapan Uji R80 ini sejalan dengan misi menciptakan bus dengan sistem keselamatan bertaraf dunia. “Oleh karena itu sebagai bukti keseriusan komitmen Laksana akan safety dari setiap produk bus yang dihasilkan, hari ini kami secara resmi memperkenalkan uji R80 di Laksana,” ujar Direktur Teknik Laksana Bus Stefan Arman dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (11/7).

Penerapan standard uji R80 ini adalah komitmen untuk meningkatkan aspek keselamatan pada kendaraan bus baik di Laksana dan juga Indonesia. Pihaknya akan terus berinovasi dan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan industri transportasi darat untuk terus mengembangkan produk bus yang memprioritaskan keamanan / safety  para penumpang. 

Laksana, selaku produsen sarana transportasi massal selalu mengutamakan safety yang tinggi demi menciptakan produk bus dengan kualitas yang aman dan terpercaya. Oleh karena itu kami terus meningkatkan standar keamanan produk kami dengan menerapkan standar safety tingkat dunia pada setiap bus yang kami produksi.

Faktor safety pada sarana transportasi massal merupakan salah satu hal yang paling utama untuk diterapkan yang salah satunya adalah faktor kekuatan kursi penumpang. Serta kekuatan kursi tersebut terpasang pada struktur bus.

Dengan melihat beberapa kasus kecelakaan angkutan massal bus seperti yang terjadi pada kecelakaan bus di Cikidang, Sukabumi dan Cisarua, Puncak, Bogor. Pada insiden itu,  kursi – kursi penumpang hampir semua terlepas saat terjadi kecelakaan sehingga mengakibatkan banyaknya korban luka maupun meninggal.

Laksana yang didirikan Yusuf Arman berpegang pada komitmen menyediakan sarana transportasi massal yang aman dan terpercaya, setiap bus produksi Laksana selalu mengutamakan safety. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA