Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Bersiap untuk Bonus Demografi

Selasa 09 Jul 2019 19:26 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Anak-anak memperingati hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia dengan mengikuti karnaval. Bonus demografi Indonesia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menciptakan sumber daya manusia berkualitas.

Anak-anak memperingati hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia dengan mengikuti karnaval. Bonus demografi Indonesia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menciptakan sumber daya manusia berkualitas.

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Manfaat bonus demografi adalah mengubah tingkat ekonomi dari berkembang menjadi maju

Indonesia akan menghadapi Bonus demografi dimana menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bonus demografi adalah keuntungan yang dinikmati suatu Negara yang ada di dunia ini sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif dengan rentang usia 15 sampai 64 tahun dalam evolusi yang dialami oleh negaranya tersebut.

Baca Juga

Sedangkan Ilmu Ekonomi mengartikan Bonus demografi ialah fenomena penting yang dialami oleh suatu Negara karena kondisi jumlah penduduknya yang dinilai bahwa usia produktif sangat besar, sedang dua proporsi usia belum produktif (usia muda dibawah 15 tahun) dan usia tidak produktif (usia diatas 60 tahun) sudah semakin kecil

Wacana tentang bonus demografi ini tentu menjadi kesempatan bagi Negara Indonesia untuk memasuki masa emas Negara Indonesia. Manfaat dari bonus demografi adalah merubah tingkat ekonomi Indonesia dari negara berkembang menjadi Negara maju, Terbentuknya generasi emas atau generasi penerus yang siap melanjutkan kepemimpinan bangsa, kehidupan bangsa Indonesia akan lebih modern, tertata serta lebih baik, dan roda ekonomi bangsa Indonesia akan bertumbuh pesat dan siap bersaing dalam dunia Internasional.

Negara di Asia yang telah berhasil memanfaatkan bonus demografi adalah Korea Selatan, China serta Jepang. Ketiga Negara tersebut telah sukses melalui fase bonus demografi, Korea Selatan berhasil mengarahkan Industri rumah tangganya untuk membuat komponen Handphone.

China berhasil mengarahkan industri rumahan yang diarahkan untuk memproduksi komponen komponen peralatan elektronika, sedangkan jepang berhasil mendorong usia produktif untuk bekerja optimal dan semakin produktif sehingga tingkat penganggurannya paling rendah diantara Negara maju yaitu kurang dari tiga persen.

Bersiap memulai bonus demografi

Indonesia perlu bersiap menghadapi bonus demografi ini, menurut Badan Pusat Statistik, Indonesia diperkirakan akan menikmati bonus demografi pada tahun 2020 hingga 2035. Pada masa tersebut penduduk produktif diproyeksi berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 297 Juta Jiwa.

Untuk mempersiapkan bonus demografi, peran semua pihak diperlukan agar Indonesia bisa sukses memanfaatkan Bonus Demografi ini. Pertama, harus dimulai dari hal keci, hal kecil yang dilakukan adalah pembentukan karakter sejak usia dini. Di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) serta Sekolah Dasar (SD) perlu diajarkan perubahan karakter mulai dari membuang sampah pada tempatnya, belajar secara mandiri, menjaga kesehatan, menjaga sopan santun serta perubahan lainnya, mengapa? Karena di beberapa Negara yang telah berhasil melalui proses bonus demografi pendidikan karakter sangatlah ditekuni sejak dini untuk mempersiapkan generasi produktif yang berkarakter.

Kedua, mulai membiasakan anak membaca, membaca bagi sebagian orang adalah kegiatan yang sangat membosankan, stamina membaca dapat dilatih layaknya olahraga, pentingnya membaca untuk memberikan pemahaman yang luas kepada anak sejak dini. Bagaimana membiasakannya? Tentu peran orang tua yang paling depan untuk membiasakan anak membaca, mengakrabkan anak dengan perpustakaan. Tentu perpustakaan juga harus ramah anak serta menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk membaca.

Ketiga, mengasah sosialisasi anak, manusia merupakan makhluk sosial dengan kepribadian yang berbeda, anak periu diajarkan cara interaksi yang baik, mengenal emosi orang lain, menekan ego, melakukan kerja sama, disiplin waktu serta tertib dalam mengerjakan suatu hal.

Keempat, mengasah soft skill, jika anak sudah memasuki usia sekolah menengah pertama atau menengah akhir, anak perlu diasah kemampuan yang dia miliki, seperti mengembangkan kreatifitas seperti seni lukis, menggambar, bernyanyi untuk dikembangkan di sekolah, selain itu bagi anak yang didominasi oleh otak kanan bias diasah dengan memberikannya kesempatan belajar menulis artikel, berbicara di depan umum, berdebat bahkan hingga melakukan riset kecil. Dan tentu ini tetap dibimbing oleh orang tua di rumah ataupun guru di sekolah.

Kelima, apresiasi kemampuan anak. Cara mengapresiasi nya adalah hasil karya anak bisa di bukukan atau ditampilkan dalam acara-acara besar keluarga ataupun sekolah, untuk artikel bisa dijadikan buku sebagai kenangan dari hasil jerih payahnya, sedangkan untuk kemampuan berbicara di depan umum, anak bisa diberi kesempatan untuk sambutan di acara keluarga maupun sekolah, atau bahkan jika sudah memenuhi syarat bisa diberi kesempatan untuk ceramah di masjid dan kalangan remaja di lingkungannya.

Itulah beberapa persiapan untuk menghadapi bonus demografi dari segi persiapan sejak dini, sehingga ketika lulus sekolah tidak hanya mengandalkan lowongan pekerjaan saja tetapi bisa mulai berkarya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya atau bahkan membantu pertumbuhan ekonomi Negara.

Wallahu’alam bisshawab

Pengirim: Fathin Robbani Sukmana, Mahasiswa S1 Sosiologi Universitas Terbuka UPBJJ Jakarta

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA