Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Audit Pasar Ritel, Perusahaan Ini Gabungkan Ilmu Ekonomi dengan Psikologi

Ahad 14 Jul 2019 13:33 WIB

Rep: Agus Aryanto(Warta Ekonomi)/ Red: Agus Aryanto(Warta Ekonomi)

Audit Pasar Ritel, Perusahaan Ini Gabungkan Ilmu Ekonomi dengan Psikologi. (FOTO: Agus Aryanto)

Audit Pasar Ritel, Perusahaan Ini Gabungkan Ilmu Ekonomi dengan Psikologi. (FOTO: Agus Aryanto)

Penggabungan ilmu ekonomi dan psikologi ini untuk mendukung bisnis.

PT Reta Consulting Indonesia (Reta), perusahaan jasa konsultasi dan audit pasar di bidang ritel, meluncurkan layanan terbaru, berupa solusi bisnis dengan pendekatan Psikologi Manusia atau disebut Economic Psychology Approach (EPA). Dengan pendekatan tersebut membuat Reta menjadi perusahaan ritel audit pertama di Indonesia yang menggabungkan ilmu ekonomi dan psikologi, untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Presiden Direktur Reta, Joedi Wisoeda mengatakan, layanan yang diberikan perusahaannya memberikan strategi eksekusi yang akurat dan relevan untuk berbagai macam tantangan bisnis dengan berbasiskan metodologi EPA.

“Tim kami didukung oleh profesional yang berpengalaman di berbagai macam industri  serta teknologi yang memungkinkan klien untuk melihat kondisi pasar secara real-time,” jelas Joedi dalam sebuah event business sharing bertema "Delivering The Right Execution Strategy in Disruption Era with Economic Psychology Approach (EPA)" di CoHive 101 – Mega Kuningan, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga: Wadaw! Kemenkeu: Audit Keuangan Garuda Tak Sesuai Standar, Sanksinya?

Beberapa industri yang sudah dilayani oleh Reta antara lain FMCG seperti Unilever, elektronik seperti Samsung, telekomunikasi Indosat, Telkomsel dan XL, dan kosmetik seperti Wardah. Beberapa data yang umum dipakai untuk industri tersebut sudah tersedia di website Reta dan dapat diaplikasikan secara langsung. Selain itu Reta juga melayani data secara custom yang diminta oleh pelaku industri. 

Menurut Joedi, selama hampir 2 tahun Reta telah berkontribusi di berbagai bidang Industri diantaranya Industri Telekomunikasi, Kosmetik, Elektronik hingga Pembayaran Digital (digital payment). Dengan metodologi EPA, Reta mampu menjawab tantangan bisnis klien dan banyak memberikan manfaat untuk pertumbuhan bisnis.

Rahmat Hidayat, salah satu ahli EPA di Reta menambahkan, kelebihan dari metodologi EPA adalah membantu klien dalam menciptakan keakuratan keputusan bisnis. EPA dapat mengidentifikasi secara akurat sumber permasalahan (What factor) dan kenapa masalah tersebut bisa terjadi (Why factor). Hal ini dapat dilakukan karena EPA meneliti motif ekonomi serta psikologi dari pelaku bisnis tersebut.

Baca Juga: Pacu Pertumbuhan Segmen Ritel, CSAP Buka Mitra10 di Yogyakarta

Dalam kesempatan tersebut Reta meluncurkan 4 layanan berbasiskan EPA yaitu Reta Consulting, Reta Research, Reta Marketplace dan Reta Learning. Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, Reta Consulting adalah layanan yang diberikan berupa konsultasi strategi bisnis berbasis pasar yang didasarkan pada penelitian EPA dan analitik data untuk meningkatkan dan menumbuhkan bisnis klien.

Reta Research, Layanan yang diberikan berupa analisis mendalam dan pemahaman yang lebih baik tentang hasil riset pasar berdasarkan analitik EPA. Reta Marketplace, Layanan yang diberikan berupa data ekonomi dan psikologis terkini berdasarkan kategori (konsumen, ritel, B2B) dan sub kategori untuk semua industri secara nasional. Dan Reta Leaning, Layanan yang diberikan dalam bentuk Training yang ditujukan bagi pekerja ataupun organisasi.

“Selain itu kami juga memiliki Reta Credit (uang digital) yang hanya dapat digunakan pada Website Reta Marketplace untuk membeli data ekonomi dan psikologi market (retailer, konsumen, dan lain-lain),” jelas Rahmat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA