Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Bersama Go-Jek, Kemenkop Tingkatkan Pengembangan dan Pemasaran UMKM

Ahad 14 Jul 2019 12:04 WIB

Rep: Ning Rahayu(Warta Ekonomi)/ Red: Ning Rahayu(Warta Ekonomi)

Bersama Go-Jek, Kemenkop Tingkatkan Pengembangan dan Pemasaran UMKM. (FOTO: Kemenkop-UKM)

Bersama Go-Jek, Kemenkop Tingkatkan Pengembangan dan Pemasaran UMKM. (FOTO: Kemenkop-UKM)

Produk UMKM harus masuk dunia digital untuk ekspansi bisnis.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) bekerja sama dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa selaku pengelola Go-Jekmemberikan pelatihan wirausaha. Kerja sama ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pengembangan usaha dan pemasaran para pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pelatihan yang mengambil tema 'Pelatihan Digital Marketing Go-Nusantara' ini dibuka oleh Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Perkoperasian, Talkah Badrus di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Selain Talkah Badrus, acara tersebut juga dihadiri Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Jakarta Selatan II, Rizaldi dan Senior Manager Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Go-Jek, Presthysa Nagitha. 

"Kerja sama ini dilakukan karena kami rasakan pembinaan terhadap UMKM dalam kaitannya dengan pengembangan usaha, khususnya di bidang pemasaran, saat ini sangat diperlukan, terutama berkaitan dengan perkembangan informasi teknologi," ujar Talkah dalam sambutannya.

Baca Juga: Dorong UMKM Go International, BI Dukung Pameran KKI 2019

Menurut dia, para pelaku usaha, mau tidak mau harus mulai mengikuti perkembangan teknologi. Kerja sama seperti ini, katanya, sangat diperlukan karena sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki kemampuan atau pengetahuan di bidang teknologi, sehingga pengembangan usahanya dapat dikategorikan sulit berkembang atau jauh tertinggal dengan UMKM yang lebih dulu mengikuti perkembangan teknologi.

"Kemenkop-UKM melakukan kerja sama dengan Go-Jek ini, tidak lain bertujuan untuk mendorong para pelaku UMKM melek terhadap teknologi. Maka, tindak lanjut dari MoU sebelumnya, kita melakukan pelatihan-pelatihan, termasuk usaha menggunakan teknologi, dengan program 'Go Nusantara', yakni Gerakan Online Nusantara," katanya menambahkan. 

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Kemenkop-UKM, pada 2018, 99% industri Indonesia ditopang oleh UMKM. Dengan total 62 juta unit yang tersebar di berbagai wilayah di nusantara, UMKM menjadi solusi dalam menciptakan banyak lapangan kerja, di mana UMKM merupakan basis terbesar di Tanah Air dalam upaya meningkatkan perekonomian nasional. 

Kolaborasi antara Kemenkop-UKM dan Go-Jek ini diharapkan menjadi solusi dari tantangan-tantangan para pelaku UMKM melalui pelatihan dan edukasi bagi para pelaku UMKM agar mereka dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui teknologi.

"Program ini diharapkan dapat menciptakan dampak sosial yang positif dalam skala besar bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Sementara itu, Presthysa Nagitha mengatakan, UMKM berpotensi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Namun, terdapat tantangan yang dihadapi oleh UMKM mulai dari keterbatasan pada akses pasar yang lebih luas, akses ke teknologi, serta akses pada peningkatan skill," kata Presthysa. 

Karena itu, dia menyatakan, Go-Jek sebagai perusahaan teknologi di Indonesia berkomitmen untuk membantu para pengusaha UMKM dalam meningkatkan skala bisnis dan memperluas pasarnya.

Baca Juga: Wuih! 3 Perusahaan Mitsubishi Suntik Dana Lagi ke Go-Jek, Mau Bikin Layanan Baru?

"Komitmen ini ditunjukkan melalui program Go-Jek Wirausaha #GerakanOnlineNusantara (Go-Nusantara), sebuah program pelatihan berbisnis yang diberikan Go-Jek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka," ujarnya menambahkan.

Program ini, kata Presthysa, bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia bisa naik kelas dengan masuk ke dunia digital.

Presthysa mengatakan, tujuan dilakukannya kegiatan Go-Nusantara ini, antara lain peserta dapat mengetahui bagaimana cara mengembangkan bisnis mereka melalui platform digital yang sudah tersedia.

"Peserta juga dapat memiliki akses pasar yang lebih luas dalam memasarkan produk usahanya," ujar Presthysa lebih lanjut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA