Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Memo Dubes Bocor, Inggris Ungkap Penyesalan kepada Trump

Selasa 09 Jul 2019 15:46 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: Evan Vucci/AP
Trump justru menghujat Perdana Menteri Inggris terkait Brexit.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah Inggris menyesalkan bocornya memo rahasia milik duta besarnya untuk Amerika Serikat (AS) Kim Darroch. Dalam memo itu Darroch diketahui mencela pemerintahan Presiden AS Donald Trump dengan sebutan tak kompeten.

“Kontak telah dilakukan dengan pemerintahan Trump, menetapkan pandangan kami bahwa kami yakin kebocoran ini tak dapat diterima. Tentu saja ini masalah penyesalan karena hal ini telah terjadi,” kata seorang juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May, Senin (8/7).

Namun alih-alih menanggapi, Trump justru menghujat May karena gagal menangani proses hengkangnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit. “Betapa kacau apa yang telah dia (May) dan perwakilannya perbuat,” ujar Trump melalui akun Twitter pribadinya.

Trump pun sempat menyinggung tentang duta besar Inggris untuk AS. “Saya tidak kenal duta besar, tapi dia tidak disukai atau dipikirkan dengan baik di AS. Kami tidak akan lagi berurusan dengannya,” ucapnya.

Sebelumnya Trump telah mengatakan Darroch tak melayani Inggris dengan baik. “Kami bukan penggemar besar pria itu dan dia belum melayani Inggris dengan baik. Jadi saya bisa mengerti dan saya bisa mengatakan banyak hal tentang dia, tapi saya tidak akan repot-repot,” ujarnya.

Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox, yang sedang berada di Washington, ingin meminta maaf kepada putri Donald Trump, Ivanka Trump, atas bocornya memo rahasia milik Darroch. . “Saya akan meminta maaf karena fakta bahwa pegawai negeri kita atau elemen-elemen kelas politik kita tidak memenuhi harapan yang kita atau Amerika miliki tentang perilaku mereka, yang dalam kasus khusus ini telah terjerumus ke dalam yang paling luar biasa serta cara yang tidak bisa diterima,” kata dia.

Dia pun mengaku menyayangkan tersebarnya memo rahasia milik Darroch. “Kebocoran berbahaya seperti ini tidak profesional, tidak etis, tidak patriotik dan sebenarnya dapat menyebabkan kerusakan pada hubungan yang dapat memengaruhi kepentingan keamanan kita yang lebih luas,” ujar Fox. Dia menegaskan bahwa penilaian yang diungkapkan Darroch dalam memonya tidak serta merta dapat disebut sebagai pandangan Pemerintah Inggris.

Pada Ahad lalu, surat kabar the Mail, memuat laporan dengan mengutip sejumlah memo rahasia milik Darroch yang berasal dari 2017 hingga saat ini. Dalam memo tersebut Darroch menggambarkan pemerintahan Trump tak kompeten.

“Kami tidak benar-benar yakin bahwa pemerintahan ini akan menjadi jauh lebih normal; lebih sedikit disfungsional, lebih sedikit tak terduga, lebih sedikit faksi yang terbelah, lebih sedikit kecerobohan dan tak kompeten secara diplomatis,” tulis Darroch dalam salah satu memo yang ditujukan untuk Pemerintah Inggris.

Dalam memonya, Darroch pun menyinggung tentang laporan media tentang adanya perpecahan atau perselisihan di Gedung Putih. Menurut dia, sebagian besar kabar tersebut benar. Namun tak diungkap secara detail tentang hal itu.

Namun Darroch pun memperingatkan para pejabat Inggris agar tidak mencoreng Trump. Dia berpendapat, Trump masih memiliki peluang besar untuk memenangkan pilpres AS pada 2020.

Bocoronya memo itu seketika menjadi sorotan, terutama dari kedua negara. Mantan menteri pertahanan Inggris Michael Fallon mengatakan bahwa masa jabatan Darroch sebagai duta besar akan segera berakhir.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA