Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Wisatawan Berswafoto dan Berburu Sunset di Tanah Lot

Selasa 09 Jul 2019 14:43 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) di kawasan Wisata Pura Tanah Lot, Tabanan, Bali, Jumat (5/7/2019).

Wisatawan menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) di kawasan Wisata Pura Tanah Lot, Tabanan, Bali, Jumat (5/7/2019).

Foto: Antara/Saiful Bahri
Tanah Lot dipadati wisatawan lokal dan mancanegara.

REPUBLIKA.CO.ID, TABANAN -- Belasan ribu wisatawan menikmati keindahan panorama objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, dengan berswafoto dengan latar belakang keindahan "sunset" (matahari terbenam) di tengah pantai. Mereka mengisi liburan sekolah di objek wisata terkenal tersebut.

Koresponden Antara di lokasi, Selasa (9/7), melaporkan saat air laut mengalami pasang di areal kawasan objek wisata yang berlokasi Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan itulah wisatawan domestik dan mancanegara berbaur menuju areal pantai. Mereka ingin lebih dekat mengabadikan momen libur dengan berdiri membelakangi Pura Luhur Tanah Lot yang ada di tengah pantai dan berswafoto.

Selain berswafoto di beberapa titik lokasi kawasan itu dengan kondisi air laut pasang, para pelancong juga tetap bertahan untuk menunggu momen matahari terbenam. General Manajer Tanah Lot, Toya Adnyana, mengatakan pada musim libur sekolah ini kunjungan wisatawan ke objek wisata Tanah Lot mengalami peningkatan hingga 25 persen.

Ia mengungkapkan, angka kunjungan wisatawan pada Ahad (7/7) mencapai 12 ribu pengunjung. Sebelum masa libur sekolah, kunjungan wisatawan per harinya mencapai 7.000 sampai 8.000 pengunjung.

"Wisatawan domestik yang menikmati masa libur sekolah ini didominasi wisatawan yang datang dari Provinsi Jatim dan Jateng, sedangkan wisatawan mancanegara didominasi oleh warga China," katanya.

Terkait gelombang tinggi yang menerjang perairan Bali, Toya mengatakan hal itu berdampak terhadap kondisi di areal pantai kawasan Tanah Lot. Pihaknya masih memantau perkembangan terkini dari gelombang tinggi dari BMKG dan jika tinggi gelombang mencapai 2 sampai 3 meter, maka areal pantai akan ditutup untuk sementara waktu.

"Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami menerapkan pengamanan di sekitar areal bibir pantai dengan melibatkan petugas pengamanan sebanyak 30 personel yang terdiri dari polisi, balawista, dan penjaga pantai," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA