Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Kemenkominfo: Segmentasi Lebih Tajam Dorong UMKM Go Online

Selasa 09 Jul 2019 12:00 WIB

Rep: Warta Ekonomi/ Red: Ning Rahayu

Kemenkominfo: Segmentasi Lebih Tajam Dorong UMKM Go Online. (FOTO: Kemenkop-UKM)

Kemenkominfo: Segmentasi Lebih Tajam Dorong UMKM Go Online. (FOTO: Kemenkop-UKM)

Sinyal menjadi masalah pelaku UMKM untuk go online.

Plt Direktur Ekonomi Digital Kemenkominfo, I Nyoman Adhiarna meninjau langsung pelaksanaan Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Surabaya yang berlangsung di Pasar JMP beberapa waktu lalu. Kehadiran Nyoman tidak lain untuk melihat langsung pelaksanaan kegiatan dan mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi di lapangan.

Grebeg Pasar Ayo UMKM Go Online di Surabaya sudah memasuki hari ketujuh. Selama enam hari lalu Relawan Pandu Digital aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan door to door kepada para pedagang pasar. Dari Pasar DTC, Wonokromo, PGS, dan JMP tercatat sudah lebih dari seribu UMKM yang on-boarding ke marketplace. Dorongan dominasi UMKM di marketplace terus difasilitasi agar marketplace tidak dikuasai oleh pedagang-pedagang besar, bahkan pedagang dari luar negeri.

Ditemani Kepala Pengelola JMP, Pemimpin Divisi Pemasaran BPR UMKM Jatim, OVO, dan Starchain sebagai startup yang mendukung acara ini, Nyoman berkeliling bersama Relawan Pandu Digital untuk melihat kemajuan Grebeg Pasar beserta kendala yang acap kali timbul. Hal ini dirasa perlu agar Direktorat Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo dapat merumuskan langkah-langkah ke depan supaya acara ini berlangsung dengan lebih baik lagi.

Baca Juga: Bersama Go-Jek, Kemenkop Tingkatkan Pengembangan dan Pemasaran UMKM

Diungkapkan oleh salah satu Relawan Pandu Digital, Bayu (45), bahwa salah satu kendalanya adalah susah sinyal. "Banyak sekali titik yang sinyalnya sangat lemah, apalagi di area basement," kata Bayu. 

Nyoman juga melakukan dialog langsung dengan beberapa pedagang JMP untuk mengetahui seberapa jauh pedagang JMP menggunakan marketplace dan apa kendala yang mereka alami saat berjualan online.

Setelah banyak berinteraksi dengan pedagang dan relawan, menurut Nyoman, satu hal mendasar yang ia bisa simpulkan adalah perlunya segmentasi yang lebih tajam untuk tindakan ke depan. Menurutnya, segmentasi yang lebih tajam bisa membidik target dengan lebih akurat.

"Kendala memang banyak, dari pihak pedagang sendiri yang masih konservatif misalnya, juga ada kendala eksternal seperti masalah sinyal. Untuk itu, kami perlu mengidentifikasi agar bisa merumuskan strategi skill up yang fokus pada sumber daya masing-masing," lanjutnya.

Baca Juga: Permudah Pelaku Usaha, Pusat Informasi UKM Nasional Perlu Didirikan

Nyoman mengapresiasi para relawan yang sudah bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada para pedagang. Dira juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung acara.

"Saya ucapkan terima kasih atas dukungannya, atas informasinya, atas masukan-masukannya. Ke depan kami akan membuat strategi yang lebih tepat agar acara ini dapat mencapai tujuannya, yaitu mendorong UMKM untuk masuk ke pasar digital supaya penghasilan mereka bertambah," tutur Nyoman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB