Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Sri Mulyani Harap Investasi AS Terus Meningkat

Jumat 05 Jul 2019 19:57 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat Perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-243 di Kediaman Duta Besar AS di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat Perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-243 di Kediaman Duta Besar AS di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Hubungan 70 tahun Indonesia-AS menjadi momentum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap hubungan investasi antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia dapat terus ditingkatkan. Dalam peringatan 70 tahun hubungan bilateral AS-Indonesia, Sri Mulyani berharap kedua negara terus melakukan langkah-langkah terciptanya investasi besar dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Indonesia masih akan terus membangun infrastruktur, sumber daya manusia dan teknologi yang semua AS memiliki (comparative advantage) keunggulan komparatif. Jadi kami berharap dengan upaya pemerintah melakukan perbaikan di iklim investasi, menjaga keterbukaan ekonomi kami dapat menarik lebih banyak lagi investor dari AS," kata Sri Mulyani dalam perayaan hari Kemerdekaan AS di Jakarta, Kamis (4/7).

Sri Mulyani juga mengatakan kedua negara memiliki nilai-nilai yang sama. Mulai dari sisi demokrasi, kebhinekaan dan komitemen untuk menciptakan perdamaian dunia. Nilai-nilai yang sama ini akan terus memperkokoh kemitraan dengan rekan strategis Indonesia terutama Amerika.

"Sebagai Negara yang sejak awal mendukung Indonesia dalam kemerdekaannya dan terus menjadi mitra strategis bagi Indonesia untuk terus menempuh tujuan kemerdekaan yaitu menciptakan masyarakat adil dan makmur," kata Sri Mulyani.

Kesamaan nilai-nilai ini juga ditekankan oleh Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. Ia mengatakan kedua negara memiliki banyak sekali kesamaan, mulai dari sejarah yang kaya dan membuahkan kemerdekaan, keragaman etnis dan agama, serta demokrasi yang dinamis.

"Kemitraan strategis kami dibangun atas nilai-nilai demokrasi dan kepentingan bersama. Seperti toleransi, rasa saling menghormati, dan hak semua orang untuk memeluk agama dan kepercayaannya dan beribadah," kata Donovan.

Kepentingan bersama ini, kata Donovan, memungkinkan kedua negara berkerja sama di berbagai bidang. Mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, pendidikan, pembangunan sampaihubungan antar-masyarakat. 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA