Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Mobilisasi Karyawan, Garuda Pakai Bus Listrik Anak Bangsa

Jumat 05 Jul 2019 00:20 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Pesawat Garuda Indonesia

Pesawat Garuda Indonesia

Foto: AP PHoto
Garuda menggunakan satu bus listrik berkapasitas 30 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Garuda Indonesia menjadi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang menggunakan bus listrik. Direktur Utama Garuda Inonesia Ari Askhara mengatakan pada Kamis (4/7) resmi memperkenalkan fasilitas mobil listrik hasil produksi dalam negeri buatan PT Mobil Anak Bangsa.

“Mobil ini dalam mendukung mobilitas operasional karyawan,” kata Ari dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (4/7).

Ari menjelaskan dengan pengoperasian fasilitas mobil listrik tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia dalam mendukung daya saing produk unggulan dalam negeri. Selain itu, kata dia, hal tersebut juga untuk menjaga lingkungan melalui pengoperasian kendaraan yang bebas emisi.

Dia memastikan pada tahap awal penggunaan fasilitas mobil listrik tersebut akan menunjang mobilitas operasional karyawan Garuda Indonesia Group di lingkungan kerja area Bandara Internasional Soekarno Hatta. “Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan sebanyak satu unit bus listrik berkapasitas 60 penumpang,” tutur Ari.

Untuk selanjutnya, dia mengatakan Garuda Indonesia akan memperkuat kolaborasi dengan PT Mobil Anak Bangsa melalui anak usaha Aerotrans dan Gapura Angkasa. Kerja sama tersebut juga menurutnya bagian dari layanan usaha jasa transportasi angkutan darat maupun penunjang layanan operasional penerbangan yang dikelola Garuda Indonesia Group.

Bus listrik dinilai menjadi solusi pintar untuk mengurangi polusi yang saat ini kondisinya memprihatinkan, khususnya di Jabodatabek. Dengan mengisi baterai selama tiga jam, bus listrik tersebut mampu menempuh jarak sejauh lebih kurang 300 kilometer.

“Ini juga diharapkan mampu menekan biaya bahan bakar yang dikeluarkan untuk mobil operasional perusahaan,” tutur Ari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA