Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Golkar Khawatir Partai Baru Koalisi Jadi Duri Dalam Daging

Rabu 03 Jul 2019 17:36 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Esthi Maharani

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily

Foto: Republika/Mimi Kartika
Rekonsiliasi yang dilakukan tak harus dimaknai dengan koalisi bagi-bagi kursi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Golkar mengkhawatirkan adanya partai pendukung Prabowo-Sandi yang bergabung ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK) justru menjadi 'duri dalam daging'. Pasalnya, partai tersebut memiliki gagasan yang berbeda dengan partai koalisi yang sudah terbentuk.

"Saya punya kekhawatiran kalau dari Kubu Prabowo mau masuk tanpa memiliki kesamaan gagasan dengan apa yang sudah dijanjikan dalam kampanye kemarin, saya khawatir ini bisa menjadi katakanlah duri dalam daging," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzilly, Rabu (3/7).

Ace mengakui, pasca-pemilu, polarisasi terbentuk di antara para pendukung Prabowo-Sandi dan pendukung Jokowi - Ma'ruf. Sehingga, urgensi rekonsiliasi antar tokoh politik dari kedua belah pihak dirasa diperlukan.

Namun, kata Ace, rekonsiliasi yang dilakukan tak harus dimaknai dengan koalisi bagi-bagi kursi. Menurut Ace, koalisi pendukung Jokowi tetap harus memastikan proses politik selama lima tahun mendatang, untuk mewujudkan janji - janji kampanye.

"Kalau tiba-tiba misalnya kubu pendukung Pak Prabowo tiba-tiba masuk ke dalam koalisi tentu menurut saya tidak bisa ujug-ujug masuk begitu saja," kata Ace.

Bila ada partai yang baru memasuki Koalisi Indonesia Kerja (KIK), maka partai itu pun harus melakukan proses penyamaan gagasan dan visi, sebagaimana dilakukan partai - partai KIK saat pertama kali bergabung.

Dalam hal koalisi, Ace menjelaskan, selama ini kubu Jokowi mempromosikan program tuga kartu, yakni kartu prakerja, kartu sembako murah, kemudian kartu indonesia pintar kuliah. Program ini ditentang oleh Partai pendukung Prabowo-Sandi. Maka bila ada partai pendukung Prabowo-Sandi yang tiba - tiba ingin bergabung akan menimbulkan pertanyaan besar.

"Ini kan semua ditentang oleh kubu sebelah lah bagaimana kubu sebelah yang tidak mau menerima ini tiba-tiba masuk ke dalam pemerintahan. ini kan logikanya tidak masuk gitu loh," ujar Ace menegaskan.

Ace menegaskan, pada prinsipnya, Golkar terbuka untuk membangun bangsa dengan semangat memastikan pemerintahan jokowi 5 tahun ke depan bisa berjalan dengan baik.

"Apakah ada jaminan masuknya kubu partai Gerindra, Demokrat, PAN itu akan memberikan kenyamanan bagi pemerintahan Jokowi 5 tahun ke depan?" kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA