Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

BNPB: 2.047 Kejadian Bencana Sepanjang Januari-Juli 2019

Jumat 28 Jun 2019 23:12 WIB

Red: Andri Saubani

Tim peninjau dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau Gedung Pusat Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang rusak akibat terdampak pergerakan tanah di kawasan kampus IAIN, Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Ahad (9/6/2019).

Tim peninjau dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau Gedung Pusat Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang rusak akibat terdampak pergerakan tanah di kawasan kampus IAIN, Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Ahad (9/6/2019).

Foto: Antara/Izaac Mulyawan
Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, bahwa wilayah Indonesia menghadapi 2.047 kejadian bencana sepanjang Januari hingga Juni 2019. Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi.

"Sedangkan dua persen sisanya adalah bencana geologi," kata Pelaksana Harian Direktur Kesiapsiagaan BNPB Bambang Surya Putra dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (28/6).

Bambang mengatakan, bencana yang terjadi sepanjang Januari hingga Juni mengakibatkan 366 orang meninggal dunia, 24 orang hilang, 1.497 orang luka-luka, dan 1.633.702 orang mengungsi. Bencana-bencana yang terjadi selama kurun itu juga mengakibatkan 6.006 rumah rusak berat, 5.339 rumah rusak sedang, dan 21.666 rumah rusak ringan; serta menyebabkan kerusakan 1.106 fasilitas umum.

"Bencana yang paling banyak menyebabkan korban jiwa adalah banjir dan longsor di Sulawesi Selatan, banjir dan longsor di Sentani, dan banjir dan longsor di Bengkulu," kata Bambang.

Banjir dan tanah longsor yang melanda 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan pada 22 Januari 2019 menyebabkan 82 orang meninggal dunia, tiga orang hilang, dan 47 orang terluka. Banjir dan tanah longsor di Sentani pada 16 Maret 2019 menyebabkan 112 orang meninggal dunia, tujuh orang hilang, dan 965 orang luka.

Selanjutnya, banjir dan tanah longsor yang terjadi di sembilan kabupaten/kota di Bengkulu pada 27 April 2019 mengakibatkan 24 orang meninggal dunia. Selain itu tercatat pula empat orang hilang dan empat orang luka.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA