Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Hepatitis A di Trenggalek, Tujuh Korban Dirawat

Rabu 03 Jul 2019 10:57 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Pasien penderita Hepatitis A menjalani rawat inap di tempat-tempat tidur darurat (velt bed) di Puskesmas Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, Kamis (27/6/2019).

[ilustrasi] Pasien penderita Hepatitis A menjalani rawat inap di tempat-tempat tidur darurat (velt bed) di Puskesmas Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, Kamis (27/6/2019).

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Penyebab hepatitis A di Trenggalek diduga sama dengan kasus di Pacitan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membenarkan hingga Rabu (3/7), sebanyak tujuh orang masih dirawat di rumah sakit di Trenggalek, Jawa Timur akibat penyakit hepatitis A. Direktur Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu membenarkan sebanyak tujuh orang masih dirawat di RS yang ada di Trenggalek.

"Ya kalau melihat datanya, tujuh orang masih dirawat hingga hari ini (3/7)," katanya saat dihubungi Republika, Rabu.

Baca Juga

Dia menambahkan, penyebab banyaknya kasus hepatitis A belum diselidiki dan hanya dilakukan surveilans kasus. Kendati demikian pihaknya menduga penyebab maraknya hepatitis A di Trenggalek sama dengan di Pacitan yaitu makanan dan minuman yang tercemar.

"Dugaannya begitu," ujarnya.

Kendati demikian, sejauh ini ia menyebut belum ada penetapan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit hepatitis A di Trenggalek. Sebelumnya, berdasarkan data Dinkes Jatim, total penderita hepatitis di Trenggalek ada 303 pasien. Rinciannya, sebanyak 227 pasien hepatitis A dan sisanya hepatitis B serta C.

Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso menyebut wabah ini tidak ada kaitannya dengan yang terjadi di Pacitan. Menurutnya, hepatitis di Trenggalek sudah terjadi lebih dulu.

"Kalau dilihat datanya, di Trenggalek kan mulai menyerang dari bulan Januari sampai Mei sementara di Pacitan bulan kemarin, jadi justru lebih dulu Trenggalek," ujar Kohar, Selasa (2/7).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA