Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

BNPT Harap Seleksi Hasilkan Capim KPK Berwawasan Kebangsaan

Selasa 02 Jul 2019 02:41 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK 2019-2023 Yenti Garnasih (kanan) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Kantor BNPT, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK 2019-2023 Yenti Garnasih (kanan) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius (kiri) menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pertemuan di Kantor BNPT, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Sebanyak 93 kandidat yang mendaftar untuk menjadi calon pimpinan KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius mengharapkan hasilkan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berwawasan kebangsaan. "Kami ingin menghasilkan betul-betul pimpinan yang clear, yang betul-betul punya wawasan kebangsaan," ujar Komjen Suhardi di Jakarta, Senin (1/7).

Suhardi memaparkan dalam rapat bersama panitia seleksi calon pimpinan KPK, BNPT tekah menyampaikan beberapa poin radikalisme yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan seleksi. "Yang pertama adalah masalah intoleransi, anti-Pancasila, anti-NKRI, dan penyebaran paham takfiri. Itu yang kita kembangkan di BNPT untuk memetakan itu semua," ujar dia melanjutkan.

Suhardi mengatakan proses seleksi capim KPK untuk menilai kandidat yang berkemungkinan terpapar radikalisime akan berjalanan sesuai prosedur yang dirahasiakan. "Orang-orang moderat dan menjaga wawasan kebangsaan dengan baik itu yang dipertahankan di institusi negara kesatuan itulah yang berkepentingan di sini," ujar Suhardi.

Baca Juga

Kerja sama yang dilakukan BNPT dalam upaya menanggulangi paham radikalisme tidak hanya pada institusi KPK. Sebelumnya, BNPT bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI guna mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran paham radikalisme di Perguruan Tinggi.

Hingga hari ini, sebanyak 93 kandidat yang mendaftar untuk menjadi calon pimpinan KPK. Mereka berasal dengan berbagai latar belakang seperti advokat, Polri, PNS, pensiunan jaksa, dosen dan lainnya.

photo
INFOGRAFIS Syarat Capim KPK.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA