Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Disdik Jabar Minta 7.412 Siswa KETM Segera Daftar ke Swasta

Senin 01 Jul 2019 16:54 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Endro Yuwanto

Pendaftaran PPDB online SMA.Sejumlah orang tua dan Calon Siswa melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di SMAN 2 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/6).

Pendaftaran PPDB online SMA.Sejumlah orang tua dan Calon Siswa melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA-SMK di SMAN 2 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/6).

Foto: Republika/Fakhri Hermansyah
Pemprov akan beri subsidi pada sekolah swasta penerima peserta didik dari KETM PPDB.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 SMA/SMK/SLB Negeri pada Sabtu (29/6) telah memasuki periode pengumuman hasil seleksi. PPDB 2019/2020 yang dimulai sejak 17-22 Juni melibatkan 829 SMA/SMK/SLB negeri. Rinciannya, SMA sebanyak 505, SMK sebanyak 285, dan SLB sebanyak 39 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat (Jabar).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dewi Sartika, selama masa pendaftaran tersebut tercatat pendaftar calon peserta didik baru sebanyak 287.592. Yakni, terdiri dari 107.643 pendaftar SMA, 116.584 pendaftar SMK, dan 365 pendaftar SLB, untuk memenuhi 282.806 kuota peserta didik di sekolah yang tersedia.

Menurut Dewi, dari seluruh pendaftar yang menggunakan jalur zonasi keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) baik SMA dan SMK negeri sebanyak 49.827 pendaftar. Pendaftar yang diterima sebanyak 42.495 pendaftar. Sisanya sebanyak 7.412 pendaftar, tak diterima.

"Calon peserta didik KETM yang tidak diterima pada SMA dan SMK negeri tidak perlu khawatir. Sebab, kami akan menyalurkan ke SMA dan SMK swasta sesuai dengan domisili dan minat peserta didik," ujar Dewi kepada wartawan akhir pekan ini.

Menurut Dewi, hal ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Kadisdik dengan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Jawa Barat pada tanggal 27 Juni 2019. Oleh karena itu, Dewi mengimbau agar orang tua/wali siswa segera bergegas mendaftarkan putra/putrinya menjadi peserta didik pada SMA dan SMK swasta dengan melampirkan bukti pendaftaran PPDB pada SMA dan SMK negeri.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan subsidi kepada sekolah penerima peserta didik yang berasal KETM PPDB untuk memenuhi kebutuhan dana iuran peserta didik baru dan iuran bulanan peserta didik. “Artinya, orang tua tidak perlu cemas karena pendanaan sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Barat,” jelas Dewi.

Dewi pun menegaskan, semua calon peserta didik yang telah diterima untuk segera melakukan daftar ulang pada tanggal 1-2 Juli 2019. “Saya ucapkan selamat kepada calon peserta didik yang telah diterima pada sekolah sesuai dengan pilihannya dan mengimbau kepada orang tua wali/peserta didik yang tidak diterima di SMA dan SMK Negeri untuk mendaftarkan putra-putrinya pada sekolah swasta,” katanya.
 
Dewi menjelaskan, berdasarkan data pendaftar menunjukkan SMA dengan jumlah pendaftar terbanyak adalah SMAN 1 Kota Depok (1.189 pendaftar) dan SMAN 2 Kota Depok (1.304 pendaftar). Sedangkan, SMK dengan jumlah pendaftar terbanyak yaitu SMKN 1 Karawang (1.158 pendaftar) dan SMKN 1 Palasah Kabupaten Majalengka (1.304 pendaftar).

Kemudian, lanjut Dewi, Hasil seleksi menunjukkan, sebanyak 238.971 pendaftar lulus seleksi. Yakni sebanyak 140.741 lulus SMA, sebanyak 97.865 lulus SMK, dan 365 lulus SLB. Artinya, 82,5 persen dari jumlah pendaftar SMA diterima dalam PPDB, 83,94 persen dari jumlah pendaftar SMK, dan 100 persen SLB diterima dari berbagai jalur.

Di tingkat SMA, kata Dewi, seluruh pendaftar melalui jalur anak berkebutuhan khusus (ABK) telah diterima sebanyak 50 siswa. Pendaftar jalur perpindahan orang tua telah diterima sebanyak 99 persen (1.917), pendaftar melalui jalur KETM telah diterima sebanyak 96,4 persen (20.904), pendaftar dari jalur prestasi telah diterima sebanyak 83,9 persen (8.261),  pendaftar dari jalur zonasi jarak telah diterima sebanyak 83,6 persen (91.647), dan jalur zonasi kombinasi telah diterima sebanyak 65,3 persen (17.962).

Adapun di tingkat SMK, kata Dewi, seluruh pendaftar melalui jalur ABK telah diterima sebanyak 100 persen (56 siswa). Pendaftar dari jalur perpindahan orang tua telah diterima sebanyak 96,3 persen (631). Pendaftar dari jalur prestasi UN telah diterima sebanyak 87,7 persen (73.586). Pendaftar dari jalur prestasi non-UN telah diterima sebanyak 77,8 persen (2.998), dan pendaftar dari jalur KETM telah diterima sebanyak 76,7 persen (21.594).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA