Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

Marshfield, Kota yang Ramah Muslim

Senin 01 Jul 2019 14:41 WIB

Red: Agung Sasongko

Muslimah Marshfield saat shalat di Masjid Al-Noor.

Muslimah Marshfield saat shalat di Masjid Al-Noor.

Foto: wausaudailyherald.com
Marshfield, sebuah kota di negara bagian Wisconsin,

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Marshfield, sebuah kota di negara bagian Wisconsin, AS, ternyata merupakan tempat yang ramah bagi Islam dan para penganutnya. Hal itu setidaknya tampak dari suksesnya penyelenggaraan open house di Masjid Al Noor yang terletak di kota tersebut. Di luar dugaan, banyak warga setempat yang menghadiri acara itu. 

“Saya pikir, tidak akan banyak yang datang. Tapi, saya salah. Lihat semua orang ini. Ini sangat hebat,” ujar Naveeda Yousaf, salah satu pengurus Masjid Al Noor seperti dikutip marshfieldnewsherald.com. 

Pesimisme Naveeda tadinya juga disebabkan oleh belum beresnya pembangunan Masjid Al Noor hingga beberapa bulan sebelum open house dilaksanakan. Padahal, proses pembangunan masjid ini telah dilakukan sejak 2007. “Namun, baru beres pada Agustus lalu,” tambah pemimpin spiritual Muslim di Marshfield yang juga seorang dokter Qasim Raza. 

Sebenarnya, pengelola masjid berharap, bisa melakukan open house lebih awal. Tapi, hal itu tak bisa dilaksanakan mengingat pembangunan masjid yang belum tuntas. “Bagian dalamnya sebenarnya telah selesai sejak lama dan bisa digunakan untuk open house. Tapi, kami ingin menunggu hingga semuanya selesai,” kata Qasim. 

Dana untuk membangun masjid ini sepenuhnya berasal dari sumbangan jamaah. Jamaah masjid ini mencapai 100 orang yang berasal dari Wisconsin dan sekitarnya. Open house tersebut didatangi oleh sedikitnya 40 pemimpin komunitas, kementerian, dan perwakilan dari masjid-masjid lainnya.

“Banyaknya orang yang datang menunjukkan bahwa masyarakat Marshfield sangat terbuka dan sangat ramah terhadap Muslim. Mereka mau meluangkan waktu untuk datang ke acara ini di tengah kesibukan mereka. Mereka memiliki ketertarikan yang besar untuk lebih mengerti dan mengenal agama kita,” ujar Qasim. 

Selain menyediakan makanan dari sejumlah negara, terutama Pakistan dan India, pengelola masjid juga mengadakan talk show agar para tamu mendapat pengetahuan yang lebih dalam tentang Islam. Penyelenggara  menghadirkan narasumber yang bicara tentang perbedaan dan kesamaan antara Islam dan agama lainnya.

“Salah satu kesamaannya adalah panggilan untuk Tuhan dalam Islam dengan panggilan Tuhan dalam agama Kristen dan Yahudi,” ujar Sabeel Ahmed, dokter asal Chicago yang membangun Yayasan Gain Peace.  

Dalam talk show tersebut juga diungkapkan bahwa ajaran fundamental  dalam Islam adalah kedamaian. “Mereka harus tahu bahwa Islam berasal dari kata Arab yang berarti kedamaian dan keinginan untuk mengenal Tuhan,” ujar Sabeel.

Islam juga bukan hanya sebuah agama, melainkan juga sebuah cara hidup yang didasarkan pada hubungan seseorang dengan Allah. “Kedamaian adalah hasil yang otomatis didapatkan ketika seorang individu atau masyarakat mengikuti jalan yang telah digariskan Sang Pencipta.” 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA