Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

STQ Nasional: Kumandang Alquran di Titik 0 Derajat Bumi

Senin 01 Jul 2019 08:36 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah mobil hias mengikuti Pawai Ta'aruf Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Nasional XXV saat melintasi Jalan KH Wahid Hasyim di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/6/2019).

Sejumlah mobil hias mengikuti Pawai Ta'aruf Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Nasional XXV saat melintasi Jalan KH Wahid Hasyim di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/6/2019).

Foto: Antara/HS Putra
STQ XXV di Pontianak upaya mensyiarkan Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK— Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Nasional XXV di Pontianak menjadikan lantunan ayat-ayat suci Alquran berkumandang selama sepekan di titik 0 derajat bumi.   

Baca Juga

"Selama sepekan ke depan, kita melantunkan ayat-ayat Alquran di tintik 0 derajat di lintang utara dan lintang selatan bumi ini. Saya berharap, dengan pembacaan ayat suci Alquran di titik 0 derajat bumi ini, kita bisa diberikan kemudahan untuk menggali rahasia Alquran dalam menggali ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bumi Kalimantan Barat," kata Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, dalam pembukaan STQ Nasional XXV di Pontianak, Ahad (30/6). 

Menurut dia, pastinya banyak kajian ilmu pengetahuan yang harus digali di titik 0 derajat lintang utara dan lintang selatan bumi ini. Seperti mengapa di Tugu Khatulistiwa orang bisa dengan mudah mendirikan telur, mengapa lidah buaya bisa umbuh subur di sekitar kawasan Tugu Kkhatulistiwa? 

“Mengapa bayangan kita pada siang hari bisa hilang di Tugu Khatulistiwa ini, itu semua belum tentu perlu kajian yang mendalam dan jika kita kaji, sebenarnya semua itu sudah ada dalam Alquran.

"Makanya, pada kegiatan ini, kita mendirikan mimbar tilawah pada titik 0 derajat tersebut agar ini memberikan kesan tersendiri bagi seluruh peserta selama kegiatan ini," tuturnya.

Pemprov Kalbar sebagai tuan rumah juga ingin dilantunkannya ayat suci Alquran di sepanjang Sungai Kapuas, dimana Sungai Kapuas ini meruapakan yang terpanjang di Indonesia dan ini mungkin tidak ada ditempat lain dan dilakukan pada kegiatan serupa di daerah lain.

"Dipilihnya lokasi alun-alun Kapuas sebagai lokasi utama karena kita ingin masyarakat bisa beramai-ramai menyaksikannya," katanya.

Sutarmidji menambahkan, ditetapkannya Kalbar sebagai tuan rumah kegiatan STQ Nasional ke XXV, sekitar tujuh bulan yang lalu, namun pihaknya berupaya mempersiapkannya semaksimal mungkin.

Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh gererasi muda agar menjadi generasi Qurani.

"Selama lima tahun ini kita ingin mencetak 5.000 hafiz yang nantinya akan ditempatkan di masjid-masijid agar lantunanan ayat Alquran ini bisa dilantunkan di setiap masjid dan Alquran melekat di hati kita," kata Sutarmidji.

Ketua Umum STQ XXV 2019, Syarif Kamaruzaman, mengatakan pada kegiatan STQ Nasional tahun ini diikuti sebanyak 543 peserta dengan jumlah keseluruhan kontingen sebanyak 1.786 orang.

Dirinya bersyukur karena dari proses penyambutan kontingen, hingga malam pembukaan ini, semua peserta dan kontingen yang ada dapat difasilitasi dengan baik. "Kami harap semua peserta yang ada bisa mempersiapkan diri semaksimal mungkin, agar bisa memberikan yang terbaik dalam kegiatan ini," katanya.

 

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA