Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Cak Imin Keberatan Bila Koalisi Jokowi Bertambah

Ahad 30 Jun 2019 19:56 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Cak Imin nilai kalau urgensinnya kebersamaan, terpenting jatah PKB jangan dikurangi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian partai eks koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 lalu diisukan bakal bergabung ke dalam koalisi pemerintah. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) keberatan terkait hal tersebut.

"Sebetulnya (koalisi) sudah gemuk, kita lihat kebutuhan rekonsiliasi butuh nggak," kata Cak Imin di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta, Ahad (30/6).

Cak Imin menuturkan bahwa saat ini kekuatan Jokowi-Ma'ruf di parlemen mencapai 61 persen. Jika ada partai yang bergabung lagi maka ia khawatir pemerintahan tidak akan berjalan seimbang. "Nanti kan nggak ada check and balances, tetapi kalau memang itu jadi urgensi agar rekonsiliasi agar kebersamaan, ya yang penting jangan kurangi jatah PKB," ujarnya.

Saat ditanya partai mana yang lebih baik bergabung dengan koalisi pemerintah, Cak Imin enggan menjawab. Ia juga mengaku sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai kemungkinan gabungnya partai partai eks pendukung Prabowo-Sandiaga dengan rekan-rekan di Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

"Sampai sekarang belum ada komunikasi antara partai membahas tentang penggabungan koalisi baru, antar partai baru ya rasan-rasan saja," ucapnya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno menegaskan bahwa sampai saat ini partainya belum memutuskan ke mana partainya akan mengambil posisi setelah ini. Rencananya keputusan tersebut akan ditentukan dalam rapat kerja nasional (rakernas) yang rencananya digelar akhir Juli mendatang.

"Kita sajikan opsi-opsi yang ada, apakah opsinya itu kita berada di pihak oposisi, apaukah kita berada di tengah sebagai penyeimbang, ataukah kita ada kesempatan bagi kita untuk bergabung, apapun opsinya kita serahkan ke rakernas untuk memutuskan," katanya.

Sementara itu Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjiatan juga menyampaikan hal senada. Sampai saat ini partai berlambang mercy tersebut juga belum memutuskan keputusan apapun terkait arah koalisi lantaran masih dalam suasana duka.

"Partai Demokrat masih berduka sampai nanti 40 hari tanggl 10 Juli, setelah 10 Juli, kami akan sampaikan ke teman-teman bagaiamana sikap Demokrat, sekarang masih internal dulu," jelasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA