Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Yusril Mengaku Belum Dapat Tawaran Menteri dari Jokowi

Ahad 30 Jun 2019 16:25 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra hadir dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2014 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ahad (30/6).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra hadir dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2014 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ahad (30/6).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Yusril menilai advokat merupakan pekerjaan yang paling ia sukai sebenarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengaku belum mendapatkan tawaran sebagai menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang. Jika tidak mendapat tawaran, ia akan tetap meneruskan profesi sebagai advokat. 

Hal tersebut diungkapkan Yusril kepada wartawan saat menghadiri penetapan capres-cawapres terpilih di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (30/6). Menurut Yusril, hingga saat ini belum ada pembicaraan apapun terkait posisi menteri. 

"Tidak,  tidak ada (pembicaraan). Saya jadi advokat saja lebih baik. Belum ada pembicaraan apa-apa jadi saya tetap sebagai advokat. Pekerjaan sebagai advokat itu pekerjaan yang sangat menyenangkan bagi saya sebenarnya, " ujarnya. 

Namun,  jika dia pada akhirnya diminta menjadi salah satu menteri Jokowi, Yusril mengaku akan menimbang baik dan buruknya terlebih dulu.  Sebab,  menurut dia, sebagai advokat justru bisa berperan di dalam dan luar pemerintahan.

"Kalau sekiranya harus masuk ke pemerintahan tentu kalau saya merasa betul ada hal-hal masalah masalah konstitusi, masalah hukum, masalah HAM, yang memang harus diselesaikan di negara ini," jelasnya. 

Baca Juga

Menurut Yusril, hal tersebut berdampak luas pada bidang bidang lain terutama penanaman modal, bisnis dan investasi yaitu persoalan kepastian hukum di negara ini. "Saya kira kalau saya terlibat dirasakan perlu mungkin saya fokusnya akan menangani persoalan seperti ini."

Saat disinggung tentang jabatan sebagai menteri hukum dan HAM, Yusril menegaskan jabatan itu sudah dua kali dijalaninya. Pertama, pada masa Presiden Abdurrahman Wahid dan kedua pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri. 

Setelahnya, Yusril juga pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Selain Yusril, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo juga tampak hadir di Kantor KPU pada Ahad sore. Tjahjo pun sempat mendapat pertanyaan soal tawaran menteri dari awak media.   Namun,  Tjahjo tidak memberikan tanggapan.  Dia hanya melempar senyum menyikapi pertanyaan tersebut.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA