Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Rapat Pleno, tak Ada Massa Aksi di Sekitar Gedung KPU

Ahad 30 Jun 2019 15:27 WIB

Rep: Muhammad Tiarso Baharizqi/ Red: Christiyaningsih

Aparat kepolisian memasang pagar kawat berduri di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Sabtu (29/6/2019). KPU akan melakukan rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2019 pada Ahad (30/6/2019).

Aparat kepolisian memasang pagar kawat berduri di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Sabtu (29/6/2019). KPU akan melakukan rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2019 pada Ahad (30/6/2019).

Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
Tak ada massa aksi di sekitar gedung KPU di rapat pleno penetapan Presiden dan Wapres

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat pleno penetapan pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) digelar pada Ahad (30/6). Selama proses tersebut, tidak terlihat adanya pengerahan massa di depan gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Republika, sejak pagi hingga menjelang rapat pleno penetapan pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang dimulai pukul 15.30 WIB, tak terlihat adanya kerumunan massa yang melakukan aksi. Hal ini berbeda dengan kondisi sebelumnya yang terjadi beberapa waktu lalu di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Mahkamah Konstitusi. Saat itu massa melakukan aksi untuk memprotes hasil Pemilu 2019.

Sejak pagi, aparat gabungan TNI dan Polri sudah mulai melakukan penjagaan ketat di sekitar Gedung KPU. Di sekitar Gedung KPU pun sudah dilakukan pemasangan beton pembatas jalan dan kawat berduri sebagai pengalihan arus lalu lintas Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Beton dan kawat berduri telah dipasang sejak Sabtu (29/6) pukul 21.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga telah menyatakan bahwa hingga Sabtu (29/6) belum ada permohonan dari pihak manapun untuk menggelar aksi saat rapat pleno berlangsung. "Belum ada (permohonan aksi), semoga lancar-lancar saja dan berjalan baik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta.

Total personel keamanan yang dikerahkan untuk pengamanan Jakarta sebanyak 47 ribu orang yang akan ditempatkan di berbagai titik vital. Antara lain seperti Istana Negara, Gedung MK, Gedung Bawaslu, Gedung DPR/MPR, dan KPU.

Di gedung KPU, personel yang disiapkan sekitar 10 ribu orang. Personel keamanan tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta.

Sebagaimana diketahui, hari ini KPU akan menetapkan Jokowi-Ma'ruf melalui rapat pleno di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Penetapan ini setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk menolak permohonan pasangan calon presiden dan wapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA