Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

UMM Jamin Lulusan Perawat Profesional

Jumat 28 Jun 2019 18:39 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di Kampus 2 UMM Pasca Praktik Klinik.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di Kampus 2 UMM Pasca Praktik Klinik.

Foto: Dokumen.
Uji OSCE dilakukan sebagai bentuk evaluasi struktur.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjamin lulusannya berkualitas. Salah satu upayanya dengan mengadakan ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE), pada 27 hingga 28 Juni di Kampus 2 UMM Pasca Praktik Klinik.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMM, Faqih Ruhyanudin mengatakan, mahasiswa keperawatan sebelumnya harus melakukan praktik klinik di rumah sakit selama satu semester. Setelah itu, mereka baru bisa melakukan uji OSCE. "Uji OSCE dilakukan sebagai bentuk evaluasi struktur untuk menilai kemampuan atau keterampilan klinik usai menempuh praktik Profesi Keperawatan,” ungkap Faqih.

Menurut Faqih, uji OSCE memiliki tujuan sebagai bahan evaluasi dari keseluruhan proses praktik di rumah sakit. Atau, praktik klinik untuk melihat pencapaian mahasiswa. Selain itu, juga sebagai bagian dari kebutuhan persiapan akademik mahasiswa selama proses kuliah.

Secara terperinci, lanjut dia, ujian OSCE memiliki kesamaan dengan ujian-ujian sebelumnya setiap tahunnya. Hal yang membedakan hanya pada format penilaiannya. Aspek penilaian biasanya tentang sikap, kemampuan, dan bagaimana cara memperlakukan pasien. Ujian ini selalu diadakan secara terstruktur.

Menurut Faqih, terdapat 14 jenis keterampilan yang diujikan dan dibagi ke dalam beberapa departemen kekhususan. Di antaranya Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Departemen Gawat Darurat, dan Keperwatan Anak. Lalu Keperawatan Maternitas, Keperawatan Keluarga dan Gerontik, Keperawatan Anak Maternitas Terpadu, dan Keperawatan Jiwa

Imanda Oktavia Kusnia merupakan salah satu mahasiswa UMM yang pernah menjadi peserta tes OSCE. Menurutnya, kegiatan di Departemen Keperawatan Jiwa memiliki kesan yang paling kuat. Departemen ini mengharuskannya untuk bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh pasien serta tindakan yang diambil untuk menanganinya.

Ketua Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan UMM, Reni Ilmiasih, menjelaskan bagaimana menempuh uji OSCE. Para peserta harus menyelesaikan semua tanggungan tugas maupun praktik klinik di semua departemen. Mereka juga perlu mengumpulkan berbagai tugas yang ditentukan oleh masing-masing departemen.

Bobot kurikulum D3 Keperawatan UMM sebagai pendidikan vokasi 60 persen ada pada praktik. Oleh karena itu, penyelenggaraan model praktik ujian OSCE yang terstandar dan menggunakan ruangan yang juga berstandar nasional menjadi hal penting. Sistem ujian yang telah dimulai sejak 2014 ini nantinya diikuti 75 peserta yang telah memenuhi syarat yang ditentukan.

Dengan adanya ujian tersebut, Reni berharap, bisa meningkatkan dan menjamin kualitas dari lulusan UMM. "Dan 60 persen (bobot kompetensi praktiknya) itu terpenuhi. Sehingga mereka bisa menyerap semua kemampuan praktiknya,” ujar Reni.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA