Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Dukung Digitalisasi Pendidikan, Gredu Wakafkan Saham ke ACT

Kamis 27 Jun 2019 18:10 WIB

Red: Gita Amanda

Global Wakaf-ACT menandatangani kerja sama dengan perusahaan pengembang aplikasi digital untuk edukasi, Gredu.

Global Wakaf-ACT menandatangani kerja sama dengan perusahaan pengembang aplikasi digital untuk edukasi, Gredu.

Foto: ACT
Gredu dan ACT menyepakati penyebaran pemahaman dan manfaat wakaf lewat digitalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bertujuan untuk mendigitalisasi sekolah serta meningkatkan kualitas edukasi di Indonesia, perusahaan pengembang aplikasi digital untuk edukasi, Gredu, di bawah PT Sumber Kreatif Indonesia mewakafkan saham kepada Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT). Melalui kerja sama tersebut, Gredu dan ACT menyepakati penyebaran pemahaman dan manfaat wakaf melalui digitalisasi di bidang pendidikan.

Pelaksanaan komitmen kerja sama tersebut, ditandai dengan penandatanganan ikrar wakaf antara GREDU dan Global Wakaf-ACT. Chief Executive Officer (CEO) Gredu, Mohammad Rizky Anies mengungkapkan, sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang edukasi teknologi dan melakukan digitalisasi di lingkungan sekolah, Gredu melihat besarnya sinergi yang dapat dilakukan dengan Global Wakaf-ACT.

Baca Juga

"Salah satunya, kami bisa melakukan penetrasi market secara bersama-sama dengan misi sosial. Kolaborasi ini nantinya dapat memperkenalkan dan mendalamkan pengetahuan dan informasi mengenai program wakaf dan sosial lainnya kepada lingkungan sekolah yang telah bekerja sama,” ungkap Rizky seperti dalam siaran pers, Kamis (27/6).

Rizky berharap keberadaan Global Wakaf yang tersebar di wilayah Indonesia dapat meluaskan pasar agar lebih besar dengan manfaat yang juga lebih luas. “Kami tidak menciptakan Gredu sekadar sebagai sebuah bisnis, tetapi bagaimana caranya dapat melakukan kontribusi ke arah edukasi. Jadi, Gredu pondasinya berlandaskan sosial," ujarnya.

Dalam aplikasi ini, Rizky mengatakan ada pula yang disebut “social feature”-nya program Gredu. Melalui fitur tersebut, bisa mulai menyaring informasi yang ada (tentang wakaf), untuk mengajak mereka mengenal dunia filantropi, lebih berjiwa sosial, dan juga agar user semakin ingin membantu masyarakat.

photo

Global Wakaf-ACT menandatangani kerja sama dengan Gredu.

Direktur Global Wakaf ACT Syahru Aryansyah, pun turut mengapresiasi kerja sama ini. Ia berharap kolaborasi ini dapat menyasar seluruh jaringan sekolah untuk mengenal lebih dalam terkait wakaf dan manfaatnya. Kemajuan pendidikan Indonesia juga menjadi hal yang dapat diwujudkan berkat dukungan teknologi sebagai bentuk digitalisasi pendidikan melalui perusahaan wakaf yang dikelola oleh Global Wakaf-ACT.

"Secara jangka panjang, kolaborasi ini mampu memberikan influence power yang lebih besar, tidak hanya di dunia pendidikan namun juga kesejahteraan masyarakat. Kalau kami tidak mengambil peran dan hanya bergerak di sisi konvensional saja, dunia pendidikan kita akan sangat tertinggal. Bersama Gredu, Global Wakaf ingin mengembangkan dunia pendidikan, tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga secara Global,” ujarnya.

Melalui Gredu, tambah Syahru, murid, sekolah, dan orang tua dapat mengakses secara real-time melalui sistem untuk melihat hasil dari aktivitas siswa selama di sekolah. Ia berharap dengan adanya Global Wakaf dapat mempercepat kemanfaatan dari Gredu di dunia pendidikan secara digital.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA