Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Hingga Mei 2019, Pendapatan PLN Bali Rp 3,02 Triliun

Kamis 27 Jun 2019 17:05 WIB

Rep: Rakhmat Hadi Sucipto/ Red: Hiru Muhammad

EVP Corporate Communication & CSR PLN Dwi Suryo Abdullah (kanan) meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran, Denpasar, Bali, Rabu (26/6/2019). PLN UID Bali hingga Mei 2019 meraih pendapatan Rp 3,02 triliun.

EVP Corporate Communication & CSR PLN Dwi Suryo Abdullah (kanan) meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran, Denpasar, Bali, Rabu (26/6/2019). PLN UID Bali hingga Mei 2019 meraih pendapatan Rp 3,02 triliun.

Foto: Rakhmat Hadi Sucipto/Republika
PLN telah merancang pembangunan jaringan transmisi 500 KV Jawa Bali Connection

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Bali meraih pendapatan sebesar Rp 3,02 triliun hingga Mei 2019 dari penjualan listrik di wilayah tersebut. Jumlah pendapatan tersebut sejalan dengan bertambahnya pemanfaatan listrik di Bali sebesar 7,89 persen menjadi 2,36 miliar KWH. 

General Manager PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa sangat yakin pendapatan tahun ini bakal lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan terbesar berasal dari kelompok pelanggan bisnis.

Kelompok ini menyumbang revenue Rp 1,42 triliun, sementara pelanggan golongan rumah tangga mencapai Rp 1,3 triliun. Kontribusi lain dari pemerintah, industri, sosial, dan layanan khusus. “Pengguna listrik yang paling banyak di Bali memang dari golongan bisnis. Kalau industri di Bali kurang banyak,” ungkap Nyoman di Denpasar, Bali, Rabu (26/6).

Nyoman menyatakan, industri manufaktur di Bali kurang berkembang. “Paling adanya industri pengalengan ikan," ungkap Nyoman saat berada di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran, Denpasar.

PLN UID Bali telah menargetkan pertumbuhan kelistrikan sebesar 6,0 persen sepanjang 2019. Nyoman menuturkan, pihaknya telah melayani lebih dari 1,4 juta pelanggan di seluruh wilayah Bali. Total kapasitas daya di Bali mencapai 1.274 megawatt (MW) dengan beban puncak 900,1 MW. Dia yakin tahun ini beban puncak bakal menembus 932 MW.

Bali mempunyai kapasitas gardu induk sebesar 2.071 MVA yang tersebar di 16 titik. Diharapkan dengan kapasitas tersebut PLN UID Bali mampu meraih target pertumbuhan listrik tersebut. Pihaknya bertekad akan terus menambah kapasitas gardu induk demi meningkatkan keandalan jaringan listrik di seluruh wilayah. PLN menargetkan pada 2019 kapasitas bisa menjadi 2.236 MVA.

Nyoman mengungkapkan, PLN telah merencanakan pembangunan jaringan transmisi 500 KV Jawa Bali Connection dan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas total 50 MW untuk memperkuat sistem kelistrikan Bali.

Langkah ini menjadi salah satu bagi dari strategi PLN untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik Bali. “Jaringan transmisi harus diperkuat untuk menjamin keandalan listrik dalam menggunakan pembangkit intermittent,” ujarnya.

PLN UID Bali juga menargetkan seluruh rumah tangga yang telah menikmati listrik dapat menjadi pelanggan resmi PLN pada 2019. Artinya, tidak ada lagi warga Bali yang hanya menumpang listrik dari rumah orang lain, baik keluarga sendiri maupun tetangga mereka. “Kami berupaya maksimal dan khusus bagi pelanggan tidak mampu menjadi prioritas,” jelas Nyoman.

Menurut General Manager Unit Pembangkitan Bali PT Indonesia Power, IGAN Wardiana Yasa, pertumbuhan listrik di wilayah Bali memang menggembirakan. Pertumbuhannya bahkan sering di atas angka nasional.

Karena itulah, pihaknya siap mendukung PLN UID Bali untuk mencapai target pertumbuhan kelistrikan sebesar 6,0 persen pada tahun ini. Salah satu langkahnya dengan menjaga kesinambungan pasokan listrik dari PLTDG Pesanggaran yang ada di Denpasar. 

Sejak berdiri pada 2015, menurut Wardiana, PLTDG Pesanggaran, mampu membantu menopang sistem kelistrikan di wilayah Bali. Dia berharap bisa terus memodifikasi sistem di pembangkit tersebut, termasuk dengan meningkatkan kualitas mesin pembangkit, sehingga pasokan listrik di Bali bisa andal. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA