Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Olivia Fachrunnisa Dikukuhkan Jadi Profesor Termuda Unissula

Kamis 27 Jun 2019 16:03 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq

Prof Olivia Fachrunnisa.

Prof Olivia Fachrunnisa.

Foto: Dokumen.
Ia dipercaya mengemban jabatan dekan Fakultas Ekonomi dua periode.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, mengadakan rapat senat terbuka untuk mengukuhkan Dekan Fakultas Ekonomi Unissula, Olivia Fachrunnisa, sebagai profesor pada Rabu (26/6) di kampus Kaligawe Semarang.

Olivia Fachrunnisa dikukuhkan sebagai Guru Besar termuda Unissula di usianya yang ke 44 tahun. Pelantikan Olivia Fachrunnisa sebagai Profesor ke-13 di Unissula dalam pengukuhan guru besar kali ini dilakukan oleh Rektor Unissula, Ir Prabowo Setiyawan.

Dalam pidato pengukuhannya, Olivia menegaskan di era perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, pemimpin organisasi harus memiliki kompetensi dan karakter yang kuat atas dasar nilai-nilai spiritualitas dan religiusitas.

Hal ini penting guna mendorong kesejahteraan spiritual, yang akan semakin meningkatkan keberadaan atau nilai manusia di muka bumi, di tengah kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Olivia, untuk mencapai kesejahteraan spiritual di dalam sebuah organisasi sekarang ini, dibutuhkan leadership yang mampu membawa nilai manusia, di era digital ini, menjadi lebih maksimal.

“Tantangan baru dunia kerja di era digital adalah memberi nilai tambah kepada nilai manusia dalam integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Menurutnya, orientasi penyediaan tempat kerja atau wadah organisasi adalah untuk memaksimalkan spiritual well being, kesejahteraan spiritual yang akan semakin meningkatkan keberadaan atau nilai manusia.

Oleh karena itu diperlukan para pemimpin organisasi yang memiliki kompetensi sesuai dengan jamannya, memiliki karakter yang kuat atas dasar nilai nilai spiritualitas dan religiusitas baik dari sisi manusia maupun di sisi Allah SWT.

Khalifah Ali bin Abi Tholib pun meriwayatkan, ‘wahai kaum muslim didiklah anak anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka bukan hidup di zamanmu’.

“Maka, di zaman ilmu pengetahuan yang semakin maju, kita harus menanamkan pada setiap anggota organisasi dan anak-anak kita, yang paling utama, adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” jelasnya.

Sementara itu Direktur karir dan Kompetensi SDM Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Prof Bunyamin Maftuh memuji perjalanan Olivia menjadi Profesor.

“Saya ingin mengucapkan selamat pada Saudari Olivia Fahrunnisa, yang berhasil meraih gelar Profesor. Sangat jarang di Indonesia ada dosen meraih gelar ‘profesor loncat’ dari lektor langsung ke profesor,” katanya.

Menurut peraturan, jelasnya, ini dimungkinkan namun sangat sulit. Salah satunya yakni memiliki minimal empat jurnal internasional bereputasi dan itu sangat berat. Sementara kalau jalur regular, semestinya dari lektor harus ke lektor kepala terlebih dahulu baru profesor.

Ia juga memuji kualitas SDM dosen–dosen Unissula “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Unissula yang telah memiliki 13 profesor. Jarang jarang ada universitas swasta memiliki profesor lebih dari 10 bahkan banyak universitas swasta yang belum memiliki profesor,” tegas Bunyamin.

Sebagai catatan, imbuh dia, jumlah profesor di Indonesia saat ini sekitar 5.600 dari 250 ribu dosen di bawah Kemenristekdikti.

Olivia menempuh pendidikan sarjananya di Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Unissula. Mengawali karir sebagai dosen pada 1999, dosen yang memiliki kepakaran mengajar di bidang manajemen SDM dan Business Intelligence tersebut mendapatkan gelar masternya di Program Magister Sains Ilmu Manajemen (MSi) UGM Yogyakarta di 2004.

Ia lantas memilih meneruskan pendidikan doktoralnya di Curtin University Australia melalui program beasiswa pendidikan pascasarjana luar negeri dari Dikti pada 2008. Olivia tercatat telah menulis 12 artikel ilmiah di jurnal internasional yang sebagian besar terindeks scopus.

Dalam 10 tahun terakhir, sebanyak 10 penghargaan berhasil ia raih, antara lain best paper award pada international conference di Malaysia pada 2010, juara 1 dosen berprestasi LLDIKTI Wilayah VI Jateng tahun 2012.

Prestasi penting lainnya yakni sebagai penyaji terbaik pada semnas program riset terapan DPRM Kemenristek Dikti 2016. Ia kemudian dipercaya mengemban jabatan dekan Fakultas Ekonomi dua periode dari 2014 hingga 2021.

“Gelar Profesor ini hadir semata  karena pertolongan Allah SWT, karena doa dari keluarga, dukungan sahabat, kolega, peran besar fakultas, universitas, yayasan, dan lainnya,” kata Olivia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA