Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

APBN Defisit Rp 127,45 Triliun

Jumat 21 Jun 2019 18:00 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) dalam konferensi pers mengenai kinerja APBN sampai akhir Mei 2019 di kantornya, Jakarta, Jumat (21/6).

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) dalam konferensi pers mengenai kinerja APBN sampai akhir Mei 2019 di kantornya, Jakarta, Jumat (21/6).

Foto: Republika/Adinda Pryanka
Pendapatan maupun belanja negara sampai akhir Mei 2019 sama-sama tumbuh positif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sampai akhir Mei 2019 mencapai Rp 127,45 triliun atau 0,79 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Nilai tersebut lebih dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu, yakni Rp 93,52 persen atau 0,63 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, realisasi pendapatan negara sampai akhir Mei mencapai Rp 728,45 triliun. Total tersebut merupakan 33,64 persen dari target APBN 2019, yakni Rp 2.165,11 triliun.

Baca Juga

"Sedangkan, belanja negara Rp 855,91 triliun atau 34,78 persen dari pagu APBN 2019," ujarnya dalam konferensi pers mengenai kinerja APBN di kantornya, Jakarta, Jumat (21/6).

Dibanding dengan tahun lalu, pendapatan maupun belanja negara sampai akhir Mei 2019 sama-sama mengalami pertumbuhan positif. Pendapatan negara tumbuh 6,19 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu, sementara belanja negara tumbuh lebih tinggi, yakni 9,80 persen.

Dari total pendapatan negara, realisasi penerimaan perpajakan sampai akhir Mei 2019 adalah Rp 569,32 triliun atau 31,87 persen dari target APBN 2019. Total tersebut tumbuh 5,69 persen dibanding dengan realisasi pada periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) membukukan realisasi Rp 158,42 triliun atau 41,88 persen dari target APBN. "Capaian realisasi ini tumbuh 8,61 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu," ujar Sri.

Di sisi lain, belanja pemerintah pusat mencapai Rp 530,81 triliun atau 32,48 persen dari pagu APBN 2019. Nilai tersebut meningkat 15,90 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018. Khususnya dipengaruhi oleh realisasi belanja bantuan sosial yang telah mencapai Rp 60,44 triliun (59,15 persen dari pagu), meningkat 53,70 persen (yoy).

Sri menilai, realisasi belanja tersebut dapat mencerminkan komitmen pemerintah yang senantiasa menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan.

Transfer ke Daerah dan Dana Desa sampai akhir Mei mencapai Rp 325,10 triliun atau 39,32 persen dari pagu APBN 2019. Nilai tersebut tumbuh 1,2 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.

Sri mengatakan, realisasi pembiayaan yang dilakukan pemerintah hingga Mei mencapai Rp 157,89 triliun. Dari nilai tersebut, terutama bersumber dari pembiayaan utang sebesar Rp 159,63 triliun yang meliputi penerbitan SBN (neto) Rp 186,04 triliun dan pinjaman (neto) negatif Rp 26,41 triliun.

Sri memastikan, pemerintah secara konsisten melakukan pengelolaan utang secara prudent dan produktif. Antara lain dengan menjaga rasio utang dalam batas aman, meningkatkan efisiensi atas pengelolaan utang dan mendorong pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif. "Terakhir, menjaga keseimbangan pengelolaan utang," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA