Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Menkumham Evaluasi Pemindahan Setya Novanto

Senin 24 Jun 2019 15:45 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Terpidana kasus korupsi pengadaan proyek KTP elektronik yang juga mantan Ketua DPR Setya Novanto

Terpidana kasus korupsi pengadaan proyek KTP elektronik yang juga mantan Ketua DPR Setya Novanto

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah hal termasuk masalah kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyampaikan pemindahan narapidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto ke Lapas Gunung Sindur Bogor masih akan dievaluasi. Pemerintah, kata dia, akan mempertimbangkan sejumlah hal termasuk masalah kesehatannya terkait hal itu.

"Akan kita lihat. Masih kita evaluasi terus. Ya tentu kan ini kita lihat kriterianya. Memang belakangan ini kesehatannya agak menurun di situ. Saya lihat dokternya sudah berkali-kali sampaikan. Ya itu konsekuensi dari suatu pelanggaran disiplin," jelas Yasonna di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (24/6).

Pemindahan Setya Novanto ke Lapas Gunung Sindur dilakukan karena lapas tersebut memiliki tingkat keamanan yang maksimum. Sehingga diharapkan Setnov tak kembali melakukan tindakan pelanggaran.

"Kalau lapas-lapas biasa kan itu masuk strap cell, kamar lobang tikus lah. Ini kan kita kasih ke lapas maksimum security lah," ujar dia.

Seperti diketahui, Setnov dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur setelah pelesiran di salah satu toko bangunan pada pekan lalu. Setelah mendapatkan izin untuk berobat di Rumah Sakit Sentosa Bandung, ia menyempatkan diri untuk mengunjungi toko bangunan.

Sebelumnya, ia juga sempat terlihat di restoran Padang di dekat Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat saat sedang melakukan pengecekan kesehatan di rumah sakit itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA