Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Setan Merah yang Gagap

Sabtu 22 Jun 2019 18:38 WIB

Red: Didi Purwadi

Gilang Akbar Prambadi

Gilang Akbar Prambadi

Foto: istimewa
Manchester United seperti orang kaya yang bingung mau diapakan tebal isi saldonya.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh: Gilang Akbar Prambadi (@gilangORI)
Redaktur Republika

Sulit mengurai permasalahan yang sedang dihadapi klub raksasa Inggris Manchester United (MU). Klub West England ini belum juga menunjukkan taji sebagai tempat idaman para pesohor lapangan hijau. Hingga pertengahan bulan Juni ini, baru winger tim nasional (timnas) Wales, Daniel James, yang merapat.

Uang melimpah yang United miliki, masih segar tersimpan di kas klub. Status yang selalu masuk jajaran klub terkaya di dunia ini seolah mubazir. United seperti orang kaya raya yang bingung mau diapakan tebalnya isi saldo.

Pemilik Old Trafford benar-benar dalam situasi kontradiktif dengan kenyataan industri sepak bola modern yang menjadikan uang sebagai senjata utama. Seharusnya, dengan duit bergelimang, pemain sekelas apapun bisa didapatkan.

Namun faktanya, sejauh ini tak ada nama besar yang dikait-kaitkan ke klub berjuluk Setan Merah ini. Setidaknya, ini menjadi bukti bahwa jagoan-jagoan lapangan hijau tak melirik kolektor 20 trofi juara Liga Inggris ini sebagai pelabuhan baru. Memang tak dimungkiri, belum kembalinya kejayaan United membuat nirpesona bintang sepak bola ke Old Trafford menjadi wajar.

Bahkan, mungkin saja, siapapun khawatir jika gabung dengan United hanya akan menenggelamkan nama. Angel Di Maria, Memphis Depay, hingga Alexis Sanchez adalah bukti sulitnya United mengolah pemain bintang menjadi aset tim.

Kembali ke status tim kaya raya, United gagap menghadapi bursa transfer meski uang seharusnya bukan masalah. Cara tim lobi transfer United pada bursa jual beli pemain musim panas 2019 pun jadi sorotan. Pembelian bek kanan milik Crystal Palace, Aaroon Wan-Bissaka, tak juga terwujud.

United dikabarkan menawar Bissaka dengan sodoran uang 35 juta pounds (Rp 627 miliar). Namun, Palace kukuh hanya akan melepas bek berusia 21 tahun itu dengan banderol 50 juta pounds (Rp 896 miliar). Di sini uniknya, untuk menutup margin 15 juta pounds, United kemudian mengiming-imingi Palace dengan sistem penambahan bersyarat. Artinya, uang 15 juta pounds baru akan dibayarkan jika performa Bissaka terbukti impresif selama berkostum merah.

Aksi lobi-lobi yang dilakukan United jelas mengundang tanya. Jika berani menawar 35 juta pounds, mengapa untuk mengeluarkan 15 juta pounds agar genap menjadi 50 juta pounds saja pelit? Bukankah United klub yang kaya?

Fans tentu layak marah. Bagi suporter, klub yang dicintai mesti menjadikan trofi di atas segalanya. Jika harus mengeluarkan ratusan juta pounds sebagai modal, tak mengapa asal trofi bisa diraih.

Entah apa yang membuat pesona United begitu cepat luntur dalam waktu enam tahun terakhir hingga menjadikan mereka sulit menggoda bintang lapangan untuk bergabung. Jangankan meminang bintang, United kini berada dalam situasi rumit seiring isu akan perginya Paul Pogba dan Romelu Lukaku. Keduanya terang-terangan telah melempar pernyataan yang mengindikasikan keinginan untuk pergi.

Pogba seolah ingin mencari tantangan baru di tempat lain. Meski sebenarnya, kapan Pogba menyelesaikan tantangan di Old Trafford dalam tiga tahun masa baktinya? Ini mengingat trofi Liga Inggris tak juga didapatkan.

Lukaku lebih frontal. Ia memuji pelatih klub lain, Inter Milan, Antonio Conte, sebagai juru taktik terbaik di dunia. Lukaku bahkan mengungkapkan selalu bermimpi bisa bermain di Serie A Italia.

Jika United sampai kehilangan dua pemain yang reguler mengisi formasi inti seperti Lukaku dan Pogba, maka bukan jaminan penggawa bintang akan datang. Sedikit menghibur ketika United mengumumkan telah mengamankan tanda tangan gelandang kreatif Juan Mata untuk tiga tahun ke depan. Bisa jadi, itu akan jadi hiburan satu-satunya bagi United dan para penggemarnya.

Kini, di tengah harapan yang menggantung, semoga saja tim lobi United bisa lebih lihai untuk menggoda para bintang. Dan, semua itu harus segera dibuktikan dengan trofi. Semoga!

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA