Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Ombudsman Nilai Kemendikbud Kurang Sosialisasikan PPDB

Sabtu 22 Jun 2019 19:18 WIB

Rep: Nawir Arsyad/ Red: Muhammad Hafil

Warga berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/6). Mereka memprotes kebijakan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan zonasi.

Warga berunjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/6). Mereka memprotes kebijakan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan zonasi.

Foto: Didik Suhartono/Antara
Ombudsman meminta Kemendikbud gencar menyosialisasikan PPDB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ombudsman Republik Indonesia menilai Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) kurang mensosialisasikan Permendikbud nomor 51 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB). Padahal, Permendikbud tersebut sudah terbit enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

"Untuk itu hendaknya sosialisasi lebih gencar untuk memberi penjelasan mengenai PPDB agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat," ujar Komisaris Ombudsman RI, Ahmad Suaedy lewat keterangan resminya, Jumat (21/6).

Selain itu, Kemendikbud dinilai juga kurang berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dalam penerapan sistem zonasi. Sehingga beberapa kepala daerah masih melakukan modifikasi sistem zonasi yang menyimpang dari tujuan utama.

"Aturan tentang sistem zonasi harus diterapkan secara tegas, tetapi juga komunikatif dengan masyarakat, lintas kementerian dan pemerintah daerah," ujar Ahmad.

Meski begitu, Ahmad mengaku mendukung sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan di Indonesia. Walau tak dapat dipungkiri bahwa mentalitas masyarakat dalam favoritisme sekolah masih kuat.

Sehingga pemerintah secara keseluruhan, khususnya Kemendikbud dan Kemendagri bekerjasama lebih koordinatif untuk memberikan pengertian kepada masyarakat.

"Pemerintah pusat secara keseluruhan juga perlu bekerjasama lebih koordinatif dengan pemerintah daerah dalam usaha pemerataan fasilitas dan mutu pendidikan tersebut," ujar Ahmad.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA